KASUS SUAP DPRD MUBA

JPU Berharap Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

Berlokasi di PN Tipikor Palembang, JPU berharap hakim menolak eksepsi terdakwa dan meneruskan sidang ke tahapan selanjutnya.

JPU Berharap Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
Keenam terdakwa dugaan suap RAPBD Muba saat mendengarkan jawaban jaksa atas eksepsi yang diajukan salah satu terdakwa. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membacakan tanggapan mereka atas eksepsi yang diajukan oleh salah satu terdakwa dugaan suap RAPBD Muba 2015, Dear Fauzul Azim.

Berlokasi di PN Tipikor Palembang, JPU berharap hakim menolak eksepsi terdakwa dan meneruskan sidang ke tahapan selanjutnya.

"Pada intinya, kita menilai, pokok-pokok eksepsi terdakwa bukanlah termasuk bagian eksepsi, namun sudah masuk ke materi persidangan. Sebab itu, kita berharap, hakim menolak eksepsi terdakwa," kata salah satu JPU KPK, Feby Dwiyandospendy SH.

Majelis hakim tipikor yang diketuai Kamaluddin SH MH belum memberikan jawaban usai tim JPU membacakan tanggapan mereka.

Hakim akan membacakan putusan sela pada sidang selanjutnya yang akan digelar pekan depan.

Untuk diketahui, keenam terdakwa yang diketahui bernama Ujang M Amin (Ketua Fraksi PAN), Jaini (Ketua Fraksi Golkar), Parlindungan Harahap (Ketua Fraksi PKB), Dear Fauzul Azim (Ketua Fraksi PKS) Iin Pebrianto (Demokrat) dan Depy Irawan (Ketua Fraksi Nasdem) dipersidangkan atas dugaan kasus suap pengesahan R-APBD Kabupaten Muba 2015 dan LKPJ kepala daerah 2014.

Keenaamnya menjadi tersangka pasca saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kediaman anggota DPRD Muba, Bambang Karyanto, di Jalan Sanjaya Palembang, 19 Juni 2015 lalu.‬‬

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp 2,56 miliar di dalam tas besar merah maron serta empat orang tersangka yaitu Bambang Karyanto, Adam Munandar (keduanya anggota DPRD Muba), Syamsudin Fei Kepala DPPKAD, dan Faysar Kepala Bappeda.(*)

Penulis: Refli Permana
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help