SriwijayaPost/

Antrian Panjang Kendaraan di SPBU 2441356 Tebingtinggi, Dikira Arus Mudik Rupanya Karena Ini

"Sudah lama antriannya, mungkin masih banyak kendaraan yang balik setelah lebaran dan libur sekolah ini,"

Antrian Panjang Kendaraan di SPBU 2441356 Tebingtinggi, Dikira Arus Mudik Rupanya Karena Ini
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Kendaraam roda empat antrian di SPBU 2441356 Tebingtinggi sampai ke Jalinteng Sumatera, Senin(18/07/2016). 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG-- Meskipun arus balik lebaran idul fitri 1437 H sudah usai, antrian panjang kendaraan roda empat masih terjadi, mulai dari SPBU 2441356 Tebingtinggi hingga ke tengah Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera.

Pengamatan di lapangan, antrian panjang ini didominasi kendaraan angkutan desa walaupun tidak sedikit juga kendaraan roda empat menggunakan plat luar Sumsel ikut antrian.

Akibatnya kendaraan yang melintas di Jalinteng Sumatera pun terpaksa memperlambat laju kendaraan dan harus menggunakan satu jalur karena satu jalur kendaraan terpakai sebagai jalur antrian kendaraan mengisi bahan bakar minyak.

"Sudah lama antriannya, mungkin masih banyak kendaraan yang balik setelah lebaran dan libur sekolah ini," kata Giman, salah seorang sopir dibincangi Sripoku.com, Senin(18/07/2016).

Ia mengaku walaupun antrian panjang masih menunggu karena takut bahan bakar tidak cukup jika masih dilanjutkan perjalanan ke SPBU lain.

Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aljufri Ahmad disampaikan Gatot Ivan, mengatakan antrian panjang ini karena pada Minggu(17/7/2016) kemarin, BBM sempat kosong, karena tidak ada Deliveri Order(DO) perjalanan.

Sementara pada Senin(18/7/2016) ini hanya satu tangki DO yang masuk juga masih kurang.

Kondisi inilah membuat antrian terjadi

"Mungkin sore nanti akan ada satu tangki lagi masuk, tidak antrian lagi," ungkap Gatot.

Gatot mengakui jika antrian panjang ini terjadi sejak satu hari lalu bahkan banyak pemilik kendaraan yang rela menunggu di SPBU sejak semalaman.(*)

Penulis: Awijaya
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help