SriwijayaPost/

Gara-gara Kirim SMS ke Walikota, Kakek 64 Tahun Ini Ditangkap Polisi

Setelah menjadi polemik di masyarakat tentang penangkapan dirinya akibat SMS kritikan tersebut, Abdul Habid akhirnya bebas pada 21 Juni

Gara-gara Kirim SMS ke Walikota, Kakek 64 Tahun Ini Ditangkap Polisi
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Abdul Hamid bebas disambut cucu-cucunya setelah bebas dari penjara gara-gara mengirim SMS kritik banjir kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. 

SRIPOKU.COM, SAMARINDA -  Abdul Hamid (64), warga Jalan Siti Aisyah, Teluk Lerong, Samarinda yang dilaporkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang ke polisi akhirnya bisa bernapas lega.

Polresta Samarinda membebaskan kakek enam cucu tersebut setelah pihak pelapor mencabut laporannya.

Sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (21/6/2016) kemarin, Hamid dijemput anak pertamanya.

Sesampainya di rumah, Hamid disambut pelukan cucu-cucu yang telah merindukannya.

Bahkan, belum turun dari motor, sang kakek sudah dikerumuni cucunya yang masih kecil-kecil sambil mencium tangannya.

Abdul Hamid diamankan anggota Unit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda karena mengirimkan pesan singkat (SMS) ke Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, yang isinya mengkritik tentang kepemimpinannya yang dianggap gagal menangani masalah banjir di Kota Tepian.

Abdul Hamid mengirimkan SMS tersebut pada 12 Juni saat hujan tengah deras-derasnya yang mengakibatkan banjir di hampir seluruh kawasan Kota Samarinda, termasuk di kawasan tempat tinggalnya.

Saat itu dia hendak pergi ke Jalan P Suryanata menggunakan angkutan kota melihat jalanan tergenang banjir.

Dia pun secara spontan mengirimkan SMS dari ponsel pribadinya ke nomor Wali Kota Samarinda itu.

Tak ada balasan dari Jaang, walaupun SMS yang dikirimnya telah terkirim ke nomor tujuan.

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help