Angin Puting Beliung Rusak Ratusan Hektar Sawah Petani

Badai dan angin puting beliung menerjang persawahan milik warga. Akibatnya ratusan sawah milik warga yang telah berumur sekitar5 bulan rusak parah

Angin Puting Beliung Rusak Ratusan Hektar Sawah Petani
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak warga menunjukkan salah satu padi yang rusak akibat dihantam badai dan angin puting beliung di wilayah Semende Kabupaten Muara Enim, Minggu (19/6/2016).

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Ratusan hektar sawah siap panen di wilayah Semende rusak parah dihantam badai dan angin puting beliung. Akibatnya ratusan Kepala Keluarga (KK) terancam rawan pangan, Minggu (19/6/2016).

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, bahwa badai dan angin puting beliung yang melanda wilayah Semende, Kabupaten Muaraenim, terjadi selama dua malam yakni Jumat dan Sabtu di lokasi yang berbeda-beda. Badai dan angin puting beliung tersebut menerjang persawahan milik warga pada malam hari dan dini hari. Akibatnya ratusan sawah milik warga yang telah berumur sekitar 4-5 bulan rusak parah dan gagal panen.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kani didampingi oleh Kabid Sarana dan prasarana Ulil Amri SP, pihaknya bersama instansi terkait sudah turun kelapangan dan melakukan pendataan terhadap lahan persawahan yang rusak oleh bencana alam tersebut. Untuk yang masih bisa diperbaiki akan dilakukan perbaikan, namun bagi yang rusak akan dibantu bibit termasuk tekhnologi supaya lebih cepat dalam menanamnya untuk mengejar jadwal musim tanam.

Untuk luasan lahan sawah yang rusak diperkirakan sekitar 200 hektar lebih yang tersebar di Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) yakni Desa Batu Surau, Tebing Abang, Tenam Bungkuk, Kota Padang, Gunung Agung dan Tanjung Raya. Sedangkan di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) yaitu Desa Siring Agung dan Segamit. Untuk jumlah areal persawahan di Kecamatan SDU sebanyak 1799 hektar dan SDT seluas 1219 hektar.

Adapun jenis padi yang rusak adalah padi lokal berumur 4-5 bulan yang dilalui oleh jalur angin puting beliung.
"Yang kena itu padi yang belum berbuah, kalau yang sudah berbuah rata-rata tidak. Padi lokal itu kalau panen biasanya sekitar 5-6 bulan," kata Kani.

Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus, membenarkan adanya musibah angin puting beliung yang menyerang areal persawahan masyarakat di wilayah Semende. Dan jika tidak cepat diatasi dikhawatrikan akan rawan pangan dan meningkatkan aksi kejahatan karena paceklik. Adapun upaya kepolisian adalah menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik sembari menunggu sousi dan bantuan dari pemerintah untuk mengatasinya.(Editor:Welly Hadinata)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help