Muslan Terkejut Harga Karet Turun Lagi

Namun bulan puasa yang tinggal menghitung hari, tiba-tiba harga karet anjlok yang membuat penderitaan kami semakin bertambah," kata Muslan.

Muslan Terkejut Harga Karet Turun Lagi
SRIPOKU.COM/AWI WIJAYA
Pengepul karet di Tebingtinggi menyusun karet dari petani. Jum at (3/06).

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG-- Harga getah karet di Kabupaten Empatlawang saat ini kembali anjlok, padahal sekitar dua bulan lalu harga karet sempat naik.

Sebelumnya harga karet di tingkat pengepul sempat mencapai harga Rp 6 ribu rupiah perkilonya, saat ini sejak beberapa hari lalu anjlok hanya Rp 3,5 ribu perkilonya. Angin segar yang baru dirasakan petani karet di Tebingtinggi Empatlawang yang berharap harga getah karet mengalami kenaikan harus kembali sulit seperti beberapa tahun lalu.

Muslan(49), petani karet di daerah Sungai Lidi Kecamatan Tebingtinggi mengaku, dengan turunnya harga karet saat ini membuat para petani karet kembali menjerit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Satu bulan lalu kami sangat senang harga karet perlahan naik, bahkan mencapai Rp 6 ribu. Namun bulan puasa yang tinggal menghitung hari, tiba-tiba harga karet anjlok yang membuat penderitaan kami semakin bertambah," kata Muslan, Jum'at (3/06).

Ia mengaku terkejut, saat menjual karet hasil sadapanya di salah satu pengepul tempat biasanya ia jual, dulunya seharga Rp 6. Ribu per kilonya saat ini harga karet hanya Rp 3,5 saja perkilonya.

"Saya terkejut mendengar karet saya jual hanya dihargai Rp 3,5 ribu perkilo, Saat saya tanya dengan petani karet lainnya ternyata memang harga karet turun, bahkan di daerah lain ada harga karet hanya Rp 3 ribu," katanya.

Begitun pun dikatakan Caing (33) petani karet lainya, bahwa dengan turunya harga karet ini sempat membuatnya terkejut baru saja merasakan kenaikan lantas turun lagi.

"Saya ini menyadap karet milik orang, hasilnya bagi dua. Bayangkan saja berapa hasil yang saya terima dengan harga karet yang saat ini hanya Rp 3.500 per kilonya," keluhnya.

Ia berharap harga karet kembali naik, agar perekonomian petani karet meningkat dan bisa lebih baik.
"Harapan kami harga karet ini naik, dan tidak lagi turun," harapnya.

Salah seorang pengepul getah karet di Tebingtinggi, Bakti, mengaku turunya harga keret ini seperti menjadi kebiasaan sebelum bulan puasa. Turunya harga karet ini dari tingkat agen.

"Memang biaso menjelang puasa harga getah karet sering turun," katanya.

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help