Tahun 2017, Masjid Raya Sriwijaya Sudah Bisa untuk Salat Jumat

Jimly yang terakhir menjabat Ketua DKPP RI mengatakan pembangunan masjid Raya Siwijaya tidak mungkin hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

Tahun 2017, Masjid Raya Sriwijaya Sudah Bisa untuk Salat Jumat
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Pembina Masjid Raya Sriwijaya, Jimly Asshiddiqie dan Sekda Pemprov Sumsel H Mukti Sulaiman SH MHum rapat Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Hotel Daira Palembang, Senin (30/5/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemprov Sumsel beserta Pembina Masjid Sriwijaya meminta dukungan semua pihak agar pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang sedang dibangun di kawasan Jakabaring bisa berjalan dengan baik.

Jimly yang terakhir menjabat Ketua DKPP RI mengatakan tidak mungkin hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Semua kalangan pun diharapkan bisa turut berperan aktif berkontribusi memberikan dukungan dalam bentuk moral dan moril, karena nantinya masjid tersebut akan menjadi fasilitas umum yang menjadi suatu kebanggaan di Sumsel.

Dan akan menjadi masjid terbesar di Kota Palembang setelah keberadaan masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin.

"Hal ini mulai digerakkan bersama dengan tokoh-tokoh Sumsel yang ada di Jakarta. Supaya masyarakat Sumsel yang ada di luar merasakan bahwa masjid ini juga menjadi milik bersama. Diharapkan mereka memberikan dukungan dalam bentuk sumbangan, wakaf tunai, atau apa saja tidak ada batasan dalam wakaf, kita terima apa saja nanti. Memang kita sudah mengerahkan setiap kabupaten untuk memberikan bantuan, para pengusaha kita gerakkan memberi dukungan tapi tetap juga dari masyarakat bisa membantu, tercatat baru sumbangan para pengusaha, termasuk BUMN," ungkap Ketua Pembina Masjid Raya Sriwijaya, Jimly Asshiddiqie, saat rapat Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Hotel Daira Palembang, Senin (30/5/2016).

Menurutnya, Palembang satu-satunya kota tua yang belum pernah membangun masjid besar. Karena Palembang hanya merenovasi masjid peninggalan yakni Masjid Agung, maka diwajibkannya seluruh pihak dapat turut andil dan menjadikan masjid tersebut sebagai masjid impian bersama.

"Bagaimana masyarakat Sumsel dan Palembang tidak tergerak hatinya untuk membangun masjid. Kami berharap dijadikan masjid impian, meskipun namanya Masjid Raya Sriwijaya yang diartikan sebagai nama kerajaan peninggalan kuno, tapi ini nama menggambarkan inti peradaban. Masjid Raya Sriwijaya akan dijadikan masjid tingkat provinsi," ujarnya.

Jimly mentargetkan, pada 2017 sudah bisa Salat Jumat pertama dan seterusnya di tahun 2018 diharapkan pembangunan masjid sudah bisa selesai dan tinggal pembangunan pendukung, dan permasalahan yang menyangkut kelancaran pembangunan masjid dapat teratasi. Seperti proses ganti rugi dana kerohiman yang dapat diterima oleh warga yang tinggal di daerah tersebut.

"Para penghuni yang masih di atas tanah tersebut tolong diselesaikan dengan baik, karena ini masjid jadi siapa saja yang menguasai tanah itu sesuai dengan aturan. Ini harus diikhlaskan untuk masjid, pemerintah pun sudah memastikan untuk pemberlakuan yang adil kerohiman sesuai. Kita harapkan mereka menerima, karena ini bukan untuk komersial ini untuk masjid mudah-mudahan dimudahkan oleh Allah SWT," harapnya.

Sementara Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, H Mukti Sulaiman SH MHum mengatakan, kemajuan pembangunan masjid sudah 7,5 persen jalan.

Mukti mengatakan, agar semua tersusun dengan baik dalam hal kepengurusan masjid, nantinya diagendakan setelah lebaran kepengurusan Masjid Raya Sriwijaya melakukan musyawarah untuk menentukan pengurus dan pembina yang bisa mengembangkan Masjid Raya Sriwijaya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved