Password Gampang Ditebak, Microsoft Akan Tolak

Membuat password terkadang memang gampang-gampang susah. Karena tidak mau terlalu ribet, seringkali pengguna internet membuat password yang terlalu mu

Password Gampang Ditebak, Microsoft Akan Tolak
BBC
Apakah password masih relevan? 

SRIPOKU.COM - Membuat password terkadang memang gampang-gampang susah. Karena tidak mau terlalu ribet, seringkali pengguna internet membuat password yang terlalu mudah ditebak. Sebagai contoh, pengguna membuat password "123456" atau "abcdef".

Berita Lainnya: Hafal Password Kartu Kredit Bapaknya, Bocah Habiskan Rp 82 Juta untuk Game Berbayar

Microsoft pun menyadari hal tersebut. Agar pengguna tidak terus-menerus membuat password yang terlalu mudah ditebak atau umum dipakai, Microsoft berencana untuk membuat sebuah daftar berisikan password yang tidak boleh digunakan oleh pengguna.

Alasan utamanya, raksasa software itu tidak ingin agar akun pengguna terlalu mudah dibobol hanya karena password yang gampang ditebak.

Dalam postingan blog, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmodo, Jumat (27/5/2016), Microsoft menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan daftar password yang banyak bocor di internet untuk meningkatkan keamanan.

"Kami melihat lebih dari 10 juta akun yang diserang setiap hari, jadi kami memiliki banyak data password yang digunakan untuk menyerang," tulis

Daripada menggunakan peraturan wajib seperti harus panjang dan kombinasi dengan angka, Microsoft bakal membuat aturan berdasarkan daftar password yang bocor. Aturan tersebut nantinya akan terus diperbarui, berbasiskan daftar password yang bocor.

Nantinya, ketika pengguna membuat password yang masuk ke daftar tersebut, sistem akan menolak dan meminta pengguna memasukkan password baru.

"Pilih sebuah password yang lebih sulit untuk ditebak orang lain," demikian peringatan yang muncul ketika pengguna memasukkan password yang tergolong gampang ditebak.

Microsoft berencana untuk merilis fitur tersebut ke layanan Microsoft Account Service, seperti Outlook, Xbox, One Drive, dan lain-lain. Layanan Azure AD Systems juga akan kedatangan fitur tersebut.

Sumber : Gizmodo.com

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help