Jelang Ramadan, Warga Ramai-ramai Jual Perhiasan

Dirinya terpaksa menjual emas guna persiapan menjelang bulan puasa nanti dan juga untuk keperluan sekolah sang anak.

Jelang Ramadan, Warga Ramai-ramai Jual Perhiasan
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Salah satu suasana toko emas di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Transaksi perhiasan emas di Kota Palembang didominasi aksi jual oleh warga, disebabkan daya beli yang menurun akibat ekonomi lesu dan juga guna persiapan dana untuk kebutuhan Ramadan 1437 Hijriah yang tak lama lagi.

Seperti yang diutarakan Sopiah, warga 26 Ilir Palembang saat ditemui di Toko Emas Melati, Cinde, Palembang, dirinya terpaksa menjual emas guna persiapan menjelang bulan puasa nanti dan juga untuk keperluan sekolah sang anak.

"Sekarang perhiasannya dijual dulu karena ada urusan mendesak untuk keperluan anak, sekalian juga untuk uang simpenan belanja pas puasa nanti. Apalagi sekarang harga serba mahal serba naik. Nanti, kalau ada uang baru beli lagi," ungkapnya.

Ia mengaku sudah cukup sering jual lalu kembali membeli perhiasan emas. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk investasi.

"Kalau harganya lagi naik dan saya memang lagi ada kebutuhan pasti langsung dijual. Secara tidak langsung ini juga investasi buat kita jika sewaktu-waktu ada hal yang mendesak," tuturnya.

Tak hanya Sophia, berdasarkan pantauan Sripoku.com, Selasa (24/5/2016) siang disejumlah toko perhiasan terlihat ramai oleh konsumen, khususnya untuk melakukan transaksi jual.

"Nanti dulu deh mbak kalau mau beli emas, kebutuhan untuk puasa bakal banyak, uang hasil jual cincin seperempat gram ini bakal disimpan untuk jaga-jaga" tutur Khairunisa, salah seorang warga.

Banyaknya transaksi jual emas oleh konsumen dibenarkan Andreas, salah seorang pemilik toko emas di kawasan Cinde.

"Sekarang yang daya jual konsumen yang meningkat, sedangkan daya belinya turun. Alasanya yah untuk menuhi kebutuhan sekolah dan juga puasa, terlebih lagi ekonomi masih belum bagus jadi tak banyak yang beli perhiasan," ujarnya.

Andreas mengatakan, harga perhiasan emas ukuran 24 karat berada di harga Rp 3,2 juta per suku. Harga tersebut mengalami kenaikan, dari semula Rp 2,8 juta. "Kira-kira hampir satu dua bulan lalu mulai naik," katanya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help