Usai Tembak Aan Sutrisno di Taman Depan TVRI Sumsel, Ahmad Kabur ke Pekanbaru

Aksi penembakan tersebut bukan dilakukan dirinya melainkan dilakukan olah kakak iparnya, Akir (DPO).

Usai Tembak Aan Sutrisno  di Taman Depan TVRI Sumsel, Ahmad Kabur ke Pekanbaru
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Ahmad Alfandi saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (9/5/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Usai sudah pelarian Ahmad Alfandi (22). Setelah sempat buron lima bulan dalam kasus penembakan di Jalan Balap Sepeda tepatnya di depan Stasiun TVRI pada 19 Desember 2015 lalu hingga menyebabkan korbannya, Aan Sutrisno tewas, kini ia akhirnya berhasil diamankan.

Tersangka warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Serengam I Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang ini, diamankan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Minggu (8/5/2016) sekitar pukul 10.00 di penginapan Mimi yang ada di Kota Pagaralam.

Menurut keterangan tersangka bujangan itu, aksi penembakan tersebut bukan dilakukan dirinya melainkan dilakukan olah kakak iparnya, Akir (DPO).

"Saat itu, saya hendak menusuk korban, namun korban berlari ke arah semak-semak dan mengambil parang lalu balik mengejar saya. Saat itulah kakak ipar saya yang melihat hal itu langsung menembak korban sebanyak dua kali," ungkapnya saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (9/5/2016).

Sesudah kejadian tersebut, dikatakan tersangka, ia dan kakak iparnya pun langsung pergi dengan meninggalkan sepeda motor di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Besoknya, saya pergi ke Pekanbaru dan setelah beberapa lama di sana, kemudian saya pulang ke Pagaralam untuk bekerja sebagai kuli. Kalau kakak ipar saya, saya tidak tahu di mana tapi kabar-kabarnya ada di Batam," terangnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel, AKBP Hans Rahmatullah mengatakan, tersangka diajak oleh kakak iparnya, Akir (DPO) untuk menghabisi korbannya.

"Saat itu, tersangka dengan dibekali pisau bersama kakak iparnya yang membawa senpi menemui korban menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam BG 5338 NO," jelasnya.

Setibanya di TKP, dikatakan Hans, tersangka langsung turun dari sepeda motor hendak menusuk korban, namun korban berlari menuju ke semak-semak untuk mengambil parang hingga kemudian balik mengejar tersangka. Melihat tersangka lari dikejar korban, kakak iparnya langsung menembak korban.

"Saat ini baru satu tersangka yang kami tangkap, untuk kakak iparnya masih dalam pengejaran. Untuk motif, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved