Kelelahan Angkut Turis di Tengah Cuaca Panas, Gajah Ini Mati Kena Serangan Jantung

Gajah malang ini telah bekerja selama 40 menit dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan menyengat, dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius.

Kelelahan Angkut Turis di Tengah Cuaca Panas, Gajah Ini Mati Kena Serangan Jantung
Yam Senok/Facebook
Akibat kondisi cuaca yang sangat panas dan sudah sangat kelelahan, Sembo akhirnya mati ketika membawa turis. 

SRIPOKU.COM, KAMBOJA - Sebuah investigasi tengah dilakukan atas kematian seekor gajah betina yang pingsan dan mati di sisi jalan, saat tengah membawa turis di sebuah komplek candi kuno yang berlokasi di Kamboja.

Dikutip dari Daily Mail (25/4/2016), Sembo, sang gajah, jatuh pingsan akibat serangan jantung fatal setelah membawa dua orang turis, ke sebuah candi di kompleks Angkor Wat.

Gajah malang ini telah bekerja selama 40 menit dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan menyengat, dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius.

Seorang dokter hewan memastikan kalau gajah ini mati akibat serangan jantung yang disebabkan panasnya kondisi cuaca saat itu.

Kelelahan akibat cuaca panas dan kurangnya angin yang dapat menyejukkan tubuhnya pun juga menjadi penyebab matinya gajah malang ini.

Kini, beberapa kelompok pencinta hewan meminta diadakannya investigasi mengapa sang gajah, yang berusia antara 40 dan 45 tahun ini, dipaksa terus bekerja membawa turis meski kondisi cuaca saat itu sangat panas dan tak adanya embusan angin.

Sembo diketahui sudah bekerja di Perusahaan Gajah Angkor sjeak 2001, ujar Oan Kiri, manager dari perusahaan tersebut, sembari menambahkan : ”Kami sangat sedih kehilangan Sembo.”

Beberapa foto dari kejadian ini, yang diunggah netizen bernama Yem Senok, langsung menjadi viral di dunia maya, dan telah dibagikan sebanyak 8.000 kali.

Sebuah petisi untuk mengakhiri kegiatan tur menaiki gajah di kompleks candi terkenal tersebut pun bahkan telah ditandatangani netizen sebanyak lebih dari 10.000.

Briton Jack Highwood, salah seorang anggota dari Elephant Valley Project, sebuah proyek yang dibuat untuk melindungi gajah-gajah di Kamboja, telah dipanggil untuk ikut mendalami masalah ini.

Briton menjelaskan kalau Perusahaan Angkor Elephant Company masih memiliki 13 hewan tersisa, yang merepresentasikan besarnya konsentrasi gajah yang ditangkap di daerah tersebut.

”Kondisi semacam ini harusnya diregulasi,” ujar Briton. “Jika mempekerjakan sisa-sisa terakhir gajah di Kamboja adalah hal terakhir yang ingin dilakukan Kamboja.”

Asal dari para turis yang dibawa Sembo pun hingga saat ini masih belum diketahui. Namun, beberapa pengunjung yang melihat Sembo terbaring tak bernyawa dilaporkan sempat meneteskan air matanya. (Sadam, Sumber : Daily Mail/Richard Shears)

Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved