Pilot Batalkan Penerbangan Gara-gara Sepasang Lansia Terima Kabar Cucunya Sekarat

Sepasang warga lansia ini akhirnya bisa tiba di rumah sakit untuk menjenguk cucu mereka, yang sayangnya meninggal dunia sehari kemudian

Pilot Batalkan Penerbangan Gara-gara Sepasang Lansia Terima Kabar Cucunya Sekarat
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MANCHESTER — Seorang pilot maskapai penerbangan Etihad Airways memberi contoh rasa kemanusiaan yang tinggi. Sang pilot memutuskan untuk batal terbang agar sepasang warga lansia bisa menengok cucu mereka yang tengah sekarat.

Pesawat yang akan menuju ke Australia itu sebenarnya sedang bersiap terbang di landasan pacu bandara Manchester, Inggris, ketika sepasang warga lansia itu menerima kabar bahwa cucu mereka dirawat di ICU.

Beruntung, kabar menyedihkan ini sampai ke telinga kru kabin dan pilot, yang segera membatalkan penerbangan pada saat-saat terakhir. Demikian yang dikabarkan harian Manchester Evening News.

Setelah kembali ke terminal keberangkatan, sepasang warga lansia ini turun dan mengambil semua barang bawaannya.

Tak hanya itu, kru darat Etihad kemudian mengambil mobil sepasang warga lansia itu dan membawanya ke pintu keluar terminal agar mereka bisa segera meninggalkan bandara.

Sepasang warga lansia ini akhirnya bisa tiba di rumah sakit untuk menjenguk cucu mereka, yang sayangnya meninggal dunia sehari kemudian.

Kisah sedih ini disebar ke Facebook oleh Becky Stephenson, agen perjalanan yang melayani sepasang warga lansia itu.

Setelah kisah itu tersebar, pujian dari seluruh dunia membanjiri kru dan pilot Etihad itu.

"Saya baru saja mendengar kisah mengharukan itu karena saya sedang dalam pelatihan," ujar Becky lewat laman Facebook Travel Gossip.

"Saya mengirim pesan ke bagian pemasaran Etihad untuk memuji tindakan staf mereka. Saya tak menyangka, kisah ini mengundang banyak perhatian," tambah Becky.

Kematian cucu sepasang warga lansia itu, lanjut Becky, memang menyedihkan. Namun, tindakan Etihad menolong keduanya lewat cara mereka sungguh membesarkan hati.

"Mereka akan menuju Abu Dhabi. Jadi, jika mereka turun di sana, keduanya tak mungkin tiba kembali tepat waktu," kata Becky.

"Saya menghubungi mereka untuk menyampaikan belasungkawa, dan mereka mengatakan akan menghubungi Etihad," tambah Becky.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved