WNA Malaysia Ini Menjalani Sidang Perdana di PN Kayuagung

Warga Negara Malaysia, Subramaniam Kujan (52) yang tersandung kasus narkoba, kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung.

WNA Malaysia Ini Menjalani Sidang Perdana di PN Kayuagung
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Wakapolres Kompol M Adil SIk didampingi Kasat Narkoba Iptu Rio Maurice SH memberikan keterangan kepada wartawan setelah menangkap dan mengamankan warga Malaysia dan PNS Muara Enim yang memiliki narkoba.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Warga Negara Malaysia, Subramaniam Kujan (52) yang tersandung kasus narkoba, kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung sebagai terdakwa.

Terdakwa dikenakan dakwaan berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Hidayat Kejaksaan Negeri Kayuagung pada sidang perdana, Senin (4/4/2016).

Terdakwa dijerat dengan 4 pasal sekaligus diantaranya, pasal 112 ayat 2, pasal 113 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 dan pasal 3 UU RI no 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Dalam dakwaan primer, terdakwa Subramaniam yang akrab dipanggil Pak Cik ini, secara tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jualbeli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram berupa 20 bungkus lakban hitam narkotika jenis sabu-sabu seberat 94.15 gram.

Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian dari Satres Narkoba Polres OKI berhasil meringkus Aria Adhitama (32), warga Sekip Bendung Kecamatan Kemuning Palembang, yang juga PNS BKKBN di UPTD Muara Belida Muara Enim yang sudah dihukum oleh PN Kayuagung dengan pidana penjara selama 8,1 tahun.

Tersangka Aria diringkus polisi yang sedang menyamar sebagai pembeli dan bertransaksi dengan terdakwa. Saat terdakwa berada di jalan umum Desa Terusan Laut SP Padang, langsung kita sergap dan didapati 20 kapsul.

Dari nyanyian terdakwa yang merupakan PNS BKKBN Muara Enim tersebut, polisi mendapatkan nama lain yakni tersangka Subramaniam Kunjan, yang juga Pemilik Rumah Makan Ampera Raya 7 Ulu Palembang.

Polisi selanjutnya bertolak ke Palembang dan berhasil meringkus tersangka Subramaniam ini dengan barang bukti 47 paket kapsul berisi sabu-sabu seberat 220 gram.

“Bahwa dalam hal menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jualbeli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram berupa 20 bungkus lakban hitam narkotika jenis sabu-sabu seberat 94.15 gram. Tanpa memiliki izin yang berwenang sebagaimana pasal 114 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkorika,” kata JPU Imam.

Menurut Jaksa, terdakwa Subramaniam sengaja memesan narkoba untuk di pasarkan kembali, memesan 80 paket sabu berupa kapsul yang berat masing-masing sekitar 5 gram dari seorang warga yang di ketahui bernama Cina (DPO) seharga Rp 60 juta, yang diimpor dari Malaysia, dimana barang tersebut diterima terdakwa di depan Hotel RIO daerah Palembang dari seorang kurir.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved