Kemenag Gelar Workshop Pengelolaan Zakat

Zakat merupakan salah satu sumber keuangan yang penting bagi negara pada masa awal Islam.

Kemenag Gelar Workshop Pengelolaan Zakat
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kemenag OKUT saat menjelaskan mengenai zakat kepada petugas UPZ Kabupaten. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten OKU Timur menggelar workshop Pengelola Zakat Produktif di Hotel Parai Puri Tani Martapura Rabu (30/3). Workshop yang dibuka secara resmi oleh kakankemenag OKU Timur H. Muhammad Ali SAg, MSi diikuti oleh 30 peserta perwakilan Unit Pengelola Zakat (UPZ).

"Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh ummat Islam. Zakat dalam pelaksanaannya harus ditetapkan dan diatur oleh agama dan negara. Prinsip zakat meliputi dasar-dasar yang sangat luas," kata Ali.

Menurut Ali, zakat merupakan kewajiban untuk melaksanakan tugas ekonomi dan tanggung jawab moral atau dalam ketentuan mensucikan harta yang dimilki agar hartanya diridhai oleh Allah SWT.

Zakat kata dia, merupakan salah satu sumber keuangan yang penting bagi negara pada masa awal Islam, Karena sifatanya yang sangat erat dengan kekuatan negara pada masa itu dan menjadi instrumen kebijakan fiskal yang sangat penting di zaman Nabi Muhammad SAW.

"Zakat sangat berpotensi menghilangkan konsentrasi kekayaan di kalangan elit ekonomi tertentu. selain itu juga berpotensi meningkatkan produktifitas masyarakat miskin melalui pembinaan dan bantuan modal usaha," katanya.

Dikatakan Ali, di Indonesia saat ini menggunakan UU Nomor 38 Tahun 2011 dalam pengelolaan dana zakat yang sebelumnya memakai UU Nomor 23 Tahun 1999. Pendapatan dan pengeluaran dalam ranah ekonomi Islam salah satunya diatur melalui mekanisme zakat.

"Pembaharuan zakat menjadi penting untuk dilakukan. Karena selama ini sebagian besar umat masih memandang zakat sebagai ibadah yang terlepas kaitannya dengan persoalan ekonomi dan sosial, maka saat ini zakat harus dipandang sebagai sumber kekuatan ekonomi ummat yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalah sosial umat Islam," jelasnya.

Dalam praktiknya kata dia, zakat masih kurang menyentuh masyarakat seperti tidak tepat sasaran. Untuk itu, sebagi upaya muwujudkan produktifitas dalam pengelolaan dana zakat, dana hasil zakat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin masyarakat.

“Esensi dari zakat sendiri adalah selain untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya juga memenuhi segala kebutuhan hidupnya termasuk pendidikan, tempat tinggal dan sandang mereka. Dari sinilah pola pemberian zakat kepada para mustahiq tidak hanya bersifat konsumtif saja, namun dapat pula bersifat produktif," terangnya.

Ali mengaku bangga dan memberikan apresiasi atas prestasi yang dicapai oleh BAZNAS OKU Timur yang berhasil masuk dalam 10 besar ajang Zakat Award di Jakarta 2015 lalu.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved