Babaranjang Anjlok, 500 Penumpang KA Rajabasa Diangkut Pakai Bus

Kereta ini anjlok di Desa Durian Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Minggu (27/3/2016) pukul 15.30.

Babaranjang Anjlok, 500 Penumpang KA Rajabasa Diangkut Pakai Bus - anjlok_20160327_200218.jpg
ISTIMEWA
Kereta Api angkutan batubara (babaranjang) seri KA BBR 3032 anjlok sebanyak 5 gerbong di Desa Durian Kecamatan Peninjauan Oku sekitar pukul 15.30.
Babaranjang Anjlok, 500 Penumpang KA Rajabasa Diangkut Pakai Bus - penumpang-ka_20160327_200441.jpg
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Sejumlah penumpang KA dari Lampung tujuan Palembang tertahan di OKU dan diberangkatkan dengan bus.

SRIPOKU.COM, BATURAJA -- Belum sampai satu bulan dari anjloknya KA Babaranjang di wilayah Peninjauan, kini musibah serupa kembali terjadi menimpa kereta angkutan batu bara KA BBR 3032.

Kereta ini anjlok di Desa Durian Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Minggu (27/3/2016) pukul 15.30.

Kereta Babaranjang 60 rangkaian ini dalam keadaan kosong dari Bandar Lampung tujuan Tanjung Enim ini dengan Masinisnya Harun C dan Asisten masinis Bujang.

Gerbong kereta yang anjlok sebanyak 20 as roda terdiri dari gerbong 50, 51, 52, 53 dan 54. Lokasi kereta anjlok di KM 250+8/9 terseret sampai ke KM 253 +2/3.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kereta babaranjang dengan nomor Lokomotif Cc 2061516, Cc 2061533 dan Cc 2061529 yang mengalami anjlok 5 gerbong ini mengakibatkan perjalan kereta api menjadi tertunda.

Untuk kereta api penumpang ekspres Raja Basa siang yang dari Tanjungkarang tujuan Palembang terhenti di Stasiun Baturaja.

Sebanyak 500 penumpang terpaksa diangkut menggunakan bus menuju Palembang. Seperti dituturkan Kepala Stasiun Baturaja, Abdullah.

Dia mengatakan, sebagian penumpang sudah diberangkatkan menuju Palembang dengan naik angkutan bus dan sebagian lagi siap diberangkatkan.

Sedangkan kereta api penumpang dari Palembang tujuan Tanjungkarang saat kejadian sudah melewati Stasiuan Baturaja.

Sementara untuk kereta penumpang limex Sriwijaya malam dari Tanjungkaran tujuan Palembang dan sebaliknya masih menunggu perkembang hingga pukul 21.00.

Menurut informasi, lima gerbong yang keluar dari rel dan sempat terseret dari stasiun Air Kaka sampai ke Desa Durian ini hanya roda as-nya saja yang keluar rel namun tidak terguling.

Saat ini petugas tehnisi sedang bekerja keras untuk membebaskan rel dari gerbong yang anjlok untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api penumpang dan kereta barang (batu bara, semen dan BBM).

Penulis: Leni Juwita
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help