Meditasi, Hilangkan Nyeri Tanpa Obat

Dalam penelitian yang dipublikasikan pekan ini di Journal of Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa meditasi tidak bekerja layaknya obat penghilan

Meditasi, Hilangkan Nyeri Tanpa Obat
www.murad-indonesia.com
Meditasi. 

SRIPOKU.COM - Dalam penelitian yang dipublikasikan pekan ini di Journal of Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa meditasi tidak bekerja layaknya obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri, sehingga tidak ada risiko kecanduan obat atau kekhawatiran pada pasien dengan toleransi tinggi terhadap obat berbasis candu.

Berita Lainnya: 3 Cara Meditasi, Bantu Atasi Depresi

"Kami telah melakukan beberapa studi menggunakan neuroimaging dan intervensi farmakologis yang menunjukkan bahwa meditasi dapat mengurangi rasa sakit melalui jalur yang sangat unik," kata pemimpin studi Fadel Zeidan, Ph.D., asisten profesor neurobiologi dan anatomi di Wake Forest Baptist Medical Center, kepada FoxNews.com.

"Kita bisa menemukan cara untuk menyembuhkan sakit kronis, walau tidak langsung meredakan sakit, tapi dengan mengurangi aspek yang bisa memperparah nyeri kronis seperti kecemasan, depresi, dan kualitas hidup.”

Setiap kali ada rasa sakit, tubuh menggunakan sistem opioid endogen untuk melepaskan opioid alami yang bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit yang ampuh.

Terapi berbasis kognitif seperti hipnotis serta akupunktur telah terbukti bisa menghilangkan rasa sakit melalui penggunaan sistem opioid alami tubuh.

Kini, meditasi mindfulness bisa menjadi pilihan baru yang menarik bagi mereka yang “anti” terhadap obat berbasis opioid dan mereka yang mencari solusi non-adiktif untuk menghilangkan rasa sakit mereka.

"Selama ribuan tahun, para biksu Buddha telah mengatakan bahwa meditasi mampu mengurangi rasa sakit dengan cara yang unik. Dengan munculnya studi neuroimaging dan farmakologis, baru kali inilah kita bisa memeriksa dan memverifikasi apa yang mereka katakan,” lanjut Zeidan.

Studi ini dilakukan seiring dengan dirilisnya pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang menginstruksikan dokter untuk mengurangi penggunaan obat untuk menghilangkan nyeri kronis. Pedoman baru merekomendasikan obat kimia non-opioid, seperti acetaminophen dan ibuprofen, sebagai terapi pilihan.

Opioid—sejenis obat narkotika yang digunakan untuk menghilangkan nyeri kronis—akan ditentukan dalam dosis serendah mungkin dan pasien harus diawasi secara ketat.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved