Tabi Nyari Uang Tambahan dari Edarkan Sabu

Selama mengedarkan barang haram tersebut, dikatakan tersangka Tabi, ia menjual dengan harga Rp 80 ribu per paket kecil.

Tabi Nyari Uang Tambahan dari Edarkan Sabu
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Tabi saat diamankan beserta barang bukti di Polda Sumsel, Senin (14/3). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Mengaku hasil kerja dari membantu berjualan pecel lele tak cukup untuk memenuhi keperluan sehari-hari, membuat Tabi (17), nekat menyambi dengan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Namun akibat ulahnya tersebut, kini ia mendekam di sel tahanan setelah dirinya berhasil diamankan Unit IV Subdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Tersangka diamankan saat berada di kediamannya, Jalan Sungai Sahang RT 59/14 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Minggu (13/3) sekitar pukul 12.00.

Dari penangkapan itu, setidaknya petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu sebanyak 13 paket kecil yang ditemukan dari dalam dompet bewarna coklat yang berada di atas lemari pakaian miliknya.

Menurut keterangan tersangka Tabi saat ditemui di Polda Sumsel, Senin (14/3), sabu tersebut diperoleh dari seorang bandar berinisial AAK (DPO).

"Kenal dari teman di jalan, tidak begitu akrab. Selama ini sudah tiga kali mengedarkan sabu dan yang membeli teman-teman," jelasnya.

Selama mengedarkan barang haram tersebut, dikatakan tersangka Tabi, ia menjual dengan harga Rp 80 ribu per paket kecil.

"Bisanya, setiap sabu yang saya ambil dari bandar habis terjual, maka saya mendapat keuntungan sekitar Rp 350 ribu," terangnya.

Masih dikatakan tersangka Tabi, ia sendiri nekat menjual sabu karena terdesak faktor ekonomi.

"Saya di sini ngekos jadi harus membayar sewa kos. Tapi hasil saya kerja membantu berjualan pecel lele tidak mencukupi, makannya saya nekat mencari uang tambahan," ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa mengatakan, selain mengamankan tersangka Tabi, pihaknya juga menyita satu unit timbangan digital yang diduga digunakan tersangka untuk menimbang sabu dan satu bal plastik klip transparan.

"Tersangka sudah kami amankan dan akibat ulahnya maka tersangka terancam akan dijerat Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk sang bandar saat ini masih pengembangan," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help