SriwijayaPost/

Rusak Berat, Poskeskel Pasar Tanjungenim Ditinggalkan

"Kami terpaksa memindahkan tempat pelayanan, karena jika di gedung kita, takut terjadi apa-apa karena sudah rusak berat," ujar Maisaroh.

Rusak Berat, Poskeskel Pasar Tanjungenim Ditinggalkan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak salah satu sisi gedung Poskeskel Pasar Tanjungenim yang rusak berat sehingga tidak digunakan lagi karena takut tertimpa bangunan.

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Akibat bangunan gedung Pelayanan Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Pasar Tanjungenim rusak berat, petugas terpaksa menumpang di Posyandu Layang-layang untuk melayani masyarakat di depan Kantor Lurah Pasar Tanjungenim, Muaraenim, Jumat (11/3/2016).

"Kami terpaksa memindahkan tempat pelayanan, karena jika di gedung kita, takut terjadi apa-apa karena sudah rusak berat," ujar Kepala Puskesmas Tanjungenim dr Hj Siti Maisaroh, dalam acara Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Posyandu.

Menurut dr Hj Siti Maisaroh, bahwa Poskeskel Pasar Tanjungenim ini untuk melayani kesehatan umum warga, sebelum ditingkatkan lagi pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas Tanjungenim. Pos kesehatan tersebut dibuat untuk mempermudah warga dalam mendapatkan kesehatan secara dini, mudah, dan cepat seperti dari jarak tempuh dengan warga juga tidak jauh, dan melayani 24 jam.

Dan semenjak bangunan tersebut rusak, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, usaha mencari bantuan sudah dilakukan. Bahkan ia juga tidak bisa mencegah petugas kesehatan yang tidak mau lagi menempati tempat tersebut.

Karena bangunan sudah sangat membahayakan dan warga tidak mau datang berobat. Masyarakat lebih memilih berobat di Puskesmas dari pada mendatangi Poskeskel yang disediakan itu.

"Saya juga tidak bisa menghalangi kalau bidan yang menempati tidak mau lagi disana. Karena memang bangunannya bisa membahayakan. Takut kalau sewaktu-waktu ambruk dan menimpa," imbuhnya.

Pimpinan Poskeskel Pasar Tanjungenim, Herdiah Ningsih SST mengatakan, pelayanan kesehatan warga tidak boleh terhenti karena alasan bangunan Poskeskel rusak berat. Dan ia masih beruntung karena ada pihak yang perhatian sehingga, mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat meminjam Posyandu Layang-layang di depan Kantor Lurah Pasar.

Untuk pelayanan kesehatan dilayani setiap hari pada jam kerja. Namun sebagai bidan, dirinya siap 24 jam melayani urusan kesehatan seperti ibu hamil dan melahirkan.

Selain itu, pelayanan kesehatan umum, anak, lansia, dan usaha kesehatan kerja untuk umum.

"Poskeskel Pasar kondisinya sudah buruk dan hampir ambruk. Setiap hari rata-rata melayani pasien 18 sampai 20 orang. Banyak juga warga yang langsung berobat ke Puskesmas, karena jaraknya lebih dekat. Tetapi kita sini siap melayani kesehatan warga," ujar Bidan.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help