Sabu-sabu Eko Didapat dari Rekannya di Penjara

"Karena terdesak faktor ekonomi dan karena saya memang belum mendapatkan pekerjaan, makannya saya mau menerimanya," terangnya.

Sabu-sabu Eko Didapat dari Rekannya di Penjara
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Eko dan barang bukti saat diamanan di Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski baru satu minggu bebas dari Lapas, namun akibat faktor ekonomi yang mendesaknya, membuat Eko Andrianto (42), warga Jalan Swadaya Kecamatan Kemuning Palembang nekat menjadi seorang kurir narkoba jenis sabu.

Akibat ulahnya tersebut, kini bapak tiga orang anak ini pun harus kembali mendekam di sel tahanan setelah ia diamankan Tim Khusus Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumsel. Ia berhasil diamankan saat berada di parkiran RM Pagi Sore Jalan Basuki Rahmat Palembang, Sabtu 17.00.

Dari penangkapan tersebut, setidaknya berhasil diamankan barang bukti dari tersangka berupa satu paket sabu ukuran sedang seberat 19,80 gram.

Ironisnya, berdasarkan keterangan tersangka Eko saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Minggu (6/3), sabu tersebut didapatnya dari seorang bandar berinisial W yang berada di Lapas Merah Mata Palembang.

"W adalah teman saat berada di Lapas dan dia sekarang masih di Lapas," jelasnya.

Setelah ia bebas kurang lebih seminggu yang lalu, dikatakan tersangka Eko, W kemudian meneleponnya dan menawarkan bisnis tersebut.

"Karena terdesak faktor ekonomi dan karena saya memang belum mendapatkan pekerjaan, makannya saya mau menerimanya," terangnya.

Setelah sepakat, masih dikatakan tersangka Eko, melalui perantara orang lain, W pun kemudian mengirimkan sabu tersebut kepadanya untuk diedararkan.

"W menyuruh orang lain untuk meletakkan sabu itu di suatu tempat. Setelah sabu diletakkan, kemudian ia menelpone saya untuk mengabil sabu tersebut dan kemudian mengedarkannya," ungkapnya.

Saat itu, masih dikatakan tersangka Eko, sabu tersebut diletakkan orang suruhan W di sebuah pohon yang berada di kawasan Lemabang Palembang.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help