Tiga Kali EnamHakim PA Sekayu tidak Hadiri Persidangan

Meskipun enam orang hakim Pengadilan Agama Sekayu tidak memenuhi hak panggilannya, namun sidang kasus warisan terus dilanjutkan.

Tiga Kali EnamHakim PA Sekayu tidak Hadiri Persidangan
SRIPOKU.COM/FAJERI
Alamsyah Hanafiah SH

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Setelah dilakukannya tiga kali panggilan dalam sidang gugatan perbuatan melawan hukum, enam orang tergugat hakim PA Sekayu tidak memenuhi hak panggilannya. Walaupun mereka tidak memenuhi panggilannya, namun sidang terus dilanjutkan.

Alamsyah Hanafiah SH, selaku penggugat, mengatakan perkara yang kita tangani ini bukan masalah putusan. Tetapi hal ini karena enam orang hakim pengandilan agama, yang memberikan putusan melalui via pos atau via perantara atas perkara harta warisan.

"Ini bukan masalah putusan dalam pengadilan, tetapi perbuatan yang dilakukan oleh hakim. Karena memberikan jawaban sidang melalui via pos atau melalui perantara yang tidak diperbolehkan, yang seharusnya diberikan pada saat muka sidang," kata Penasihat Hukum, Alamsyah Hanafiah, ketika dibincangi, Rabu (3/2).

Dijelaskannya, perkaya yang dilakukan enam orang hakim tersebut yakni dalam perkara sengketa warisan dalam nomor : 0343/Pdt.G/2015/PA.Sky mengenai perbuatan yang melawan hukum dan bertindak sewenang-wenang dalam mengadili perkara tersebut. Karena tidak menggunakan hukum acara perdata sebagaimana mestinya, yang mana pihak tergugat tidak pernah hadir dalam persidangan dan juga tidak mengirimkan jawaban tertulis.

"Karena tidak pernah hadir dalam persidangan dan tidak mengirimkan jawaban tertulis, maka pihak hakim langsung memutuskan perkara dengan putusan bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima. Oleh karena itu hal ini melanggar tata cara hukum acara perdata," ungkapnya.

Masih dikatakannya, pihak yang dilakukan gugatan yakni enam orang hakim tersebut setelah dilakukan panggilan sebanyak tiga kali semuanya tidak hadir dalam persidangan. Karena mereka telah memberikan jawaban eksepsi atasan gugatan yang dilakukan bahwa seorang hakim tidak dapat dituntut secara pidana maupun perdata.

"Mereka sudah tiga kali tidak hadir, walaupun mereka telah mengeluarkan jawaban eksepsi atas gugatan. Namun kita tidak sependapat dan menolak bahwa PN tidak berwenang dalam membatasi wewenang dalam mengadili perbuatan melawan hukum," jelasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, Decky Christian, SH, mengatakan tidak hadirnya tergugat bukan karena mereka mangkir. Namun kita sudah melakukan panggilan secara sah dan patut terhadap mereka.

"Artinya para tergugat tidak mengirimkan perwakilan, dan sidang tetapi dilanjutkan apabila kedepannya mereka masih tidak hadir berarti mereka sudah membuang hak tangkisnya," ujarnya.

Disinggung mengenai mengirimkan putusan melalui via pos atau perantara, itu diperbolehkan dan hanya dilakukan satu kali saja dan sudah ada aturannya.

"Mengirimkan via pos itu diperbolehkan dan hanya dilakukan satu kali saja. Sedangkan gugutan melawan hukum tidak bisa ditangani oleh PN hal itu akan dijawab dipersidangan 24 Febuari nanti pada putusan," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help