Suami Dipenjara, Meri Nekat Jual Shabu

Setelah suaminya dipenjara dan tidak ada lagi yang mencari nafkah untuk anaknya, Meri (23) nekat menjual shabu.

Suami Dipenjara, Meri Nekat Jual Shabu
Antara
Sabu-sabu 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA-- Meri Inayah (23) Warga Desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) harus berurusan dengan petugas Sat Narkoba Polres OI.

Tersangka ditangkap di kediamannya Senin (7/12) sekitar pukul 17.00. Ia ditangkap Polisi, karena kedapatan menyimpan bahan haram berupa sabu senilai Rp 25 juta. Perempuan yang mengaku menikah secara siri dengan suaminya bernama Heri, saat ini tengah menjalani hukuman di lapas Tanjung Raja karena terlibat kasus pembunuhan.

Merasa tidak mempunyai pekerjaan, dan tidak ada lagi yang bisa menanggung hidupnya. Ia pun mengaku nekad melakukan kegiatan terlarang dengan menjual narkoba jenis sabu.

“Baru dua kali ini, sebelumnya aku jual sabu senilai 12 juta, untungnya lumayan dan laris,” katanya, Selasa (8/12).

Ia mengaku tergiur berbisnis sabu lantaran memperoleh untung yang cukup lumayan besar dan menggiurkan.

“Tergiur untung yang cukup besar, kalu lagi laku, bisa memperoleh keuntungan senilai, Rp 5 juta,” katanya. Hanya saja Meri, bersikukuh, tidak mau menyebutkan, nama pemilik barang yang didapatnya selama ini,’’Aku dak kenal wongnya, tapi yang pasti aku beli Rp 25 juta,’’aku wanita yang sudah mempunyai satu putra ini.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putro melalui Kasat Narkoba AKP Ahmad Darmawan mengatakan, penangkapan tersangka Meri ini, setelah pihaknya menerima informasi jika adanya transaksi jual beli narkoba yang dilakukan seorang ibu rumah tangga dengan nilai yang  lumayan besar.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar , pelakunya ada seorang ibu rumah tangga, yang suaminya tengah mendekam dipenjara LP Tanjung Raja.

“Saat dilakukan penggrebekkan dan penggeledahan dari rumah tersangka. Berhasil memperoleh barang bukti berupa sabu senilai Rp 25 juta. Sabu tersebut, tersimpan diatas lemari pakaian,” kata Kasat Narkoba Polres OI.

Atas perbuatannya, terang Kasat, tersangka dijerat Pasal 114 KUHP UU Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Tersangka kami jerat 114 UU Narkotika, dan kasus ini akan kami kembangkan,” tegasnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help