Mahasiswa Harus Tingkatkan Produktivitas Tulis Karya Ilmiah

Pasalnya komisioner asal Palembang karya tulis civitas akademika Indonesia masih rendah sekali.

Mahasiswa Harus Tingkatkan Produktivitas Tulis Karya Ilmiah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan Agung (BPK) RI DR Agung Firman Sampurna SE MSi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI DR Agung Firman Sampurna SE MSi mendorong mahasiswa agar meningkatkan produktivitas menulis pembuatan karya tulis ilmiah.

Pasalnya komisioner asal Palembang ini menilai karya tulis civitas akademika Indonesia masih rendah sekali.

"Kita ingin dorong agar mereka membuat itu. Agar mereka lebih produktif dan itu bisa dipahami karena metodelogi riset itu baru diajarin di perguruan tinggi. Padahal ini sesuatu yang kalau di negara maju di SMP atau SMA sudah didorong untuk melakukan penelitian tersebut.

Ini salah satu budaya menulis produktivitas menghasilkan karya tulis ilmiah itu perlu dititikberatkan," ungkap DR Agung Firman Sampurna SE MSi usai menjadi pembicara pada Seminar Nasional dan Call for Papers Sriwijaya Economics and Busuness Conference dengan tema Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan Daya Saing Bangsa di Gedung Magister Managemen Unsri Kampus Bukit Besar Palembang, Sabtu (28/11/2015).

Menurut putra politisi yang juga anggota Fraksi Golkar DPR RI Kahar Muzakir, sudah barang tentu peningkatan itu harus ditingkatkan pula dengan kualitasnya.

"Kita perlu sumber bacaan yang baik, referensi yang baik, dan untuk itu bagian-bagian yang harus dilakukan," kata pria kelahiran Madiun, 19 November 1971.

Di hadapan ratusan mahasiswa Unsri, alumnus S1 FE Unsri dan Pascasarjana (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik di Universitas Indonesia menjelaskan untuk menyusun pelaporan keuangan 2015 harus sepenuhnya sudah berbasis akrual.

"Itu komponen berbasis ada tujuh dan kita khawatir akan terjadi penurunan opini yang cukup signifikan dan masif di seluruh Indonesia. Oleh karena itu BPK RI untuk yang ini sudah membuat pemeriksaan kinerja atas persiapan pelaporan keuangan berbasis akrual baik untuk tingkat daerah maupun pemerintah pusat dan kemudian sudah disajikan. Di dalamnya kami membuat pendapat sebagai bagian yang tidak terpisahkan," kata Agung yang juga Fungsional Umum pada Pusat Kajian Manajemen Kebijakan LAN RI.

Mantan Kepala Sub Bagian Program Sekretariat KPUD Provinsi Sumatera Selatan menerangkan, hal-hal apa yang perlu diantisipasi oleh pemerintah dalam rangka implementasi ini sehingga akuntabilitas pemerintah dalam rangka mewujudkan good goverment bisa terpenuhi.

"Kalau mereka pada sampai pada kondisi tertentu good goverment, merek dianggap sudah siap dan bisa mendorong ke dynamic goverment. Jadi good goverment itu foundationnya akuntabiliti. Untuk mencapai tahap yang lebih tinggi yang disebut dynamic goverment," terang kakak kandung anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Wahyu Sanjaya.

Mantan Staf Bagian Organisasi dan Tata Laksana Kabupaten Musi Banyuasin menyebut Sumsel termasuk baik dalam mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

"Karena ada sinergi antara eksekutif dan legislatif. Di Sumsel legislatifnya sangat kritis. Di eksekutifnya kompeten dan akomodatif terhadap permintaan DPRD. DPRD itu lembaga yang penting. Jangan dideskreditkan lembaganya. Kalau ada perilaku kurang baik, itu perilakunya. Bukan keberadaan lembaga dan demikian akan ada satu titik temu antara yang dibutuhkan oleh masyarakat yang diaampaikan melalui wakil-wakilnya dan kemudian pelaksana tata kelola yang dilaksanakan oleh eksekutif daerah di satu sisi yang lain. Namun demikian soal opini saya katakan ini nasional ," papar Agung.

Mantan Plh Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Musi Banyuasin ini mengatakan, ada prediksi penurunan yang masif. Tapi itu lebih kepada ketidaksiapan SDM, regulasi.

"Dan sistem ini kita dorong agar pemerintah segera menyiapkan. Pemda tidak bisa berbuat apa-apa, tergantung Permendagri No 64 Tahun 2013 memang sudah dibuat untuk memandu. Tetapi ada sedikit perubahan dan saya percaya Pemda di lingkungan Sumsel lebih akseleratif. Lebih cepat mengadopsi itu. Ditambah lagi banyak orang Sumsel di Jakarta. Dan di sininya sendiri mulai dari gubernur, sebagian besar pimpinan daerahnya orang-orang yang kompeten," ucap Agung yang pernah menjabat Wakil Ketua BPM (Senat) FE-Unsri (1995-1996) dan Wakil Bendahara Umum HMI Cabang Palembang (1995-1996), Ketua OSIS SMA Negeri 1 Palembang (1988-1989).

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved