Anak Muda Kini Gandrungi Backpacker

Selain itu, dengan backpacker lebih bebas menentukan tujuan tanpa harus terikat dengan jadwal.

Anak Muda Kini Gandrungi Backpacker
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Beberapa tahun terkahir, tren backpacker menjadi pilihan anak muda untuk berpetualang ke tempat-tempat wisata. Tipe pelancong seperti biasanya digandrungi oleh anak-anak muda dengan kisaran usia 18 tahun sampai 25 tahunan.

Salah satu anak muda yang gemar melakukan backpacker adalah Febriastuti. Dirinya mengaku lebih memilih menjadi seorang backpacker karena bisa mengontrol biaya sendiri.

"Jadi perkiraan biaya bisa ditentukan sendiri. Bisa jadi lebih hemat dibandingkan menggunakan tour guide," ujarnya.

Selain itu, dengan backpacker lebih bebas menentukan tujuan tanpa harus terikat dengan jadwal.

"Lebih seru backpacker karena kita bebas menetukan tujuan dan untuk backpackeran harus bersama partner yang benar-benar solid karena dalam perjalanan tidak jarang ada pertengkaran kecil untuk menentukan tujuan atau yang lainnya," ujarnya.

Selain, bisa mengontrol dan menentukan tujuan sendiri, dengan backpacker bisa mengembangkan pengetahuan yang dimiliki.

"Menjadi seorang backpacker kita harus intens bertanya dengan masyarakat sekitar. Kalau menurut saya ini lebih kepada menambah pengetahuan karena kita mencari sendiri alamat tujuan tanpa ada yang memandu. Bagi saya ini merupakan bagian penting untuk menambah pengetahuan di daerah orang," ujarnya.

Berbeda dengan Febriastuti, Adi Kurniawan justru lebih memilih jalan-jalan ke tempat wisata dengan menggunakan tour guide (pemandu wisata).

"Kalau pakai tour guide kita tidak perlu lagi memikirkan mau nginep dimana. Lebih baik bayar lebih mahal daripada masih harus memikirkan semuanya," ujarnya.

Sementara itu, di dunia perwisataan, ada beberapa nama yang melabeli tipe-tipe pelancong. Namun, ada dua yang beberapa tahun belakangan ini kerap disebut-sebut, yakni backpacker dan flashpacker. Ada perbedaan tertentu dari kedua tipe pelancong ini.

Meski tipe pelancong backpacker sempat mengalami tren peningkatan jumlah pelakunya, namun, menurut survei, pelakunya sudah mulai memasuki tipe flashpacking. Kesimpulan ini diungkap oleh sebuah perusahaan jasa wisata The Flash Pack dari Inggris. dari penelitian yang melibatkan seribu responden dengan rentang usia 35-54 tahun.

Dari seribu responden yang merupakan pekerja profesional, sebanyak 78 persennya mengaku merupakan tipe flashpacker, yakni tipe pelancong yang mencari petualangan namun tetap butuh gaya dan kenyamanan. Diperkirakan, karena para profesional ini sudah bekerja cukup keras di tempatnya, mereka ingin mencari tempat berlibur sembari menikmati penghasilan yang sudah susah-susah mereka dapatkan dengan kenyamanan serta fasilitas baik.

Kebanyakan para responden merasa sudah melewati fase backpacker dan sudah enggan menjalani liburan dengan tidur di hostel, berbagi ruang dengan banyak ruang atau makan makanan murah-tak enak demi penghematan uang. Para responden memilih menikmati fasilitas yang lebih nyaman, kamar penginapan bagus, makanan berkualitas, serta bertualang kuliner.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved