Ahli Waris Capek Urus Hak Almarhum di PT BKPL

Ahli waris keluarga Almarhum Mulyono (52) sudah capek mengurus hak-hak almarhum yang belum dipenuhi pihak perusahaan dalam hal ini PT BKPL.

Ahli Waris Capek Urus Hak Almarhum di PT BKPL
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak Sigit Eko Raharjo anak Almarhum Mulyono (52), warga Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, menunjukkan berkas tuntutan hak-hak kepada PT. Bangun Karya Pratama Lestari (PT BKPL), yang dinilai tidak mempunyai etikad baik untuk memenuhi hak-hak almarhum sebagai karyawan PT BKPL, Selasa (10/11).

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Ahli waris keluarga Almarhum Mulyono (52), warga Bukit Munggu Kelurahan Pasar Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, kecewa dengan manajemen PT. Bangun Karya Pratama Lestari (PT BKPL), karena dinilai pihak PT BKPL tidak mempunyai etikad baik untuk memenuhi hak-hak almarhum sebagai karyawan PT BKPL.

"Kami sudah capek dengan janji-janji yang disampaikan oleh managemen PT. BKPL bahwa akan segera menyelesaikan hak orang tua kami. Dan kami sudah mengadu ke Disnaker Muaraenim terkait permasalahan ini," ujar Sigit Eko Raharjo (34) selaku anak almarhum Mulyono, Selasa (10/11/2015).

Menurut Sigit, bahwa ayahnya almarhum Mulyono (52), sebelum meninggal adalah karyawan PT. BKPL. Ayahnya meninggal pada tanggal 27 September 2015 lalu.

Kemudian, ia sebagai ahli warisnya mengurus hak-hak almarhum ke managemen PT. BKPL seperti pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi kematian dan sebagainya. Untuk pesangon, pihak PT. BKPL berjanji akan membayarkan pesangon sebesar Rp 31 juta dengan cara mencicil, tetapi sampai saat ini belum ada realisasinya.

"Mereka berjanji secara tertulis akan membayar pesangon tersebut sekaligus tanpa dicicil. Namun jangankan dibayar, dicicil saja tidak," kata Sigit.

Kemudian, ia mencoba mengurus masalah pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi kematian dengan mendatangi BPJS Ketenagakerjaan di Muaraenim.

Namun alangkah kagetnya, sebab tidak bisa dicairkan karena menurut pihak BPJS Ketenagakerjaan terhitung sejak Maret 2015 PT. BKPL tidak lagi membayar ke BPJS sehingga hak karyawan tidak bisa dicairkan sampai PT. BKPL membayar lunas tunggakannya ke BPJS. Padahal setiap bulan gaji orangtuanya selalu dipotong oleh perusahaan.

Merasa pihak PT BKPL tidak serius akhirnya ia mengadukan permasalahan ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muaraenim.

"Kami memohon kepada pihak terkait yakni Disnaker dan Trans Kabupaten Muaraenim dan PTBA selaku induk perusahaan PT. BKPL untuk dapat membantu mengatasi permasalahan ini, sehingga almarhum Bapak kami bisa tenang di alam kubur," harapnya.

Menangapi masalah ini, Ketua LSM P3ME, Hijazi Sip, mengatakan PTBA selaku pemberi pekerjaan harus bertindak tegas dengan memutus kontrak PT. BKPL yang telah semena-mena terhadap karyawan dengan melakukan penipuan dan melalaikan hak-hak karyawannya.

Sebab Jika PTBA tidak tegas terhadap PT. BKPL, maka perusahaan ini secara tidak langsung akan terus mencoreng nama PTBA, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan lainnya yang menjadi mitra PTBA, sebelum berusaha untuk benar-benar memastikan dan mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak merugikan karyawannya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muaraenim, Ali Rachman, mengatakan, bahwa apapun alasannya perusahaan wajib mematuhi seluruh aturan yang ada di Republik ini, termasuk hak-hak dan kesejahteraan karyawan.

Atas permasalahan ini, ia akan segera menindaklanjutinya dan melakukan penelitian serta melakukan mediasi pertemuan antara PT. BKPL dengan ahli waris almarhum sehingga permasalahan ini dapat terselesaikan.

Sedangkan kepada PTBA, kedepan untuk dapat membina perusahaan yang menjadi mitra kerjanya, sehingga tidak merugikan tenaga kerja seperti ini. Bahkan, bila perusahaan tersebut tetap membandel PTBA harus tegas dengan memutus kontrak kerjanya, sebagai efek jera.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved