Angkut Tersangka Narkoba, Ditpolair Polda Sumsel Terpaksa Sewa Speedboat

Ke 15 orang ini sedang berpesta narkoba di rumah yang berada di pinggir Sungai Baung Dusun Baung Desa Bukit Batu Jalur 31 Airsugihan OKI.

Angkut Tersangka Narkoba, Ditpolair Polda Sumsel Terpaksa Sewa Speedboat
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Ke 16 tersangka bandar dan pemakai narkoba yang berhasil diamankan Dit Polairud Polda Sumsel dari Desa Baung Airsugihan OKI. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih selama dua minggu, Subdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel akhirnya melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan seorang Ilmiah (49) bandar besar narkoba beromset Rp 25 juta per setengah hari di kawasan Jalur.

Selain mengamankan seorang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT) itu, penggrebekan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Richard B Pakpahan tersebut juga berhasil mengamankan 15 orang lainnya.

Ke 15 orang ini diketahui sedang berpesta narkoba di rumah sang bandar yang berada di pinggir aliran Sungai Baung Dusun Baung Desa Bukit Batu Jalur 31 Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Kemering Ilir (OKI).

Ironisnya, dari 16 orang yang berhasil diamankan tersebut, diketahui dua diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Kedua orang tersebut yakni Prayoga (14) dan Randi Simbolon (14) yang diketahui merupakan seorang buruh perusahaan.

Sedangkan, 13 orang lainnya yakni Bamet (51), Marlina (25), Khairul Ickhsan (44), Erik Putra Ananda (25), Alexander (30), Dedi Saputra (20), Ringga Alan Putra (19), Rudi Hartono (24), Reksi Mainaki (24), Ahmad Danil (34), Yudistira (30), Candra Sihombing (23) dan Redi Frans Deska (28).

Dalam penggerbekan yang dilakukan pada hari Jumat (23/10) sekitar pukul 11.30 itu, setidaknya petugas berhasil mengamankan barang bukti yang cukup banyak yakni sabu seberat 272,03 gram senilai Rp 325 juta, ekstasi sebanyak 58,5 butir senilai Rp 23 juta, uang tunai hasil penjualan narkoba senilai Rp 133 juta, dua unit timbangan digital, dua buku rekap penjualan narkoba, satu kotak pirek, tiga bilah senjata tajam (Sajam) jenis pisau, lima buah bong, korek api, serta 26 unit ponsel dan dua buah tas.

Bahkan, lantaran lokasinya yang terbilang cukup jauh dari ibu kota dan berada di daerah perairan, sebanyak 12 polisi yang melakukan penggrebekanpun terpaksa menaiki alat transportasi speedboat. Setidaknya, sebanyak dua unit speedboat milik Dit Polair Polda Sumsel digunakan untuk melakukan penggrebakan itu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Iza Fadri yang langsung memimpin gelar tersangka dan barang bukti di Dit Polair Polda Sumsel, Senin (26/10) mengatakan, melihat penangkapan ini pengguna narkoba sudah merambah hingga perdesaan. Bahkan menurut Iza, dilihat dari barang bukti yang ada, peredaran ini terbilang cukup besar dan diduga telah lama beroperasi

"Pemakai barang haram ini bukan orang kota saja, melainkan di desa juga sudah banyak seperti buruh, serang jukung dan speedboat. Apalagi, dua tersangka yang masih dibawah umur yang kesehariannya sebagai buruh ini juga memakai," kata jenderal bintang dua ini.

Halaman
123
Penulis: Sugih Mulyono
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help