Operasi Gas 3 Kg Dadakan, Warga Kecele

Sebagian masyarakat kecewa dengan adanya operasi pasar dadakan gas elpiji 3 kg yang dilakukan pemerintah.

Operasi Gas 3 Kg Dadakan, Warga Kecele
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Warga antrian membeli gas melon pada operasi pasar gas 3 Kg di Muaraenim.

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Sebagian masyarakat kecewa dengan adanya operasi pasar dadakan gas elpiji 3 kg yang dilakukan pemerintah.

Sebab banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan gas 3 kg, tetapi tidak dapat karena tidak tahu akan adanya operasi pasar dadakan tersebut, Kamis (22/10/2015).

"Saya tidak tahu sama sekali kalau ada operasi pasar gas 3 kilo ini, kalau saya tau ya jelas saja saya mau, soalnya sekarang ini sulit sekali memperoleh gas melon. Kalau ada harganya mahal. Di pangkalan habis terus, jadi kita harus keliling dulu, menghabiskan waktu," ujar Rini (35) pedagang gorengan.

Menurut Rini, sebagai masyarakat kecil, ia sangat menyambut baik dengan adanya operasi pasar tersebut, bahkan bila perlu setiap hari dan tentukan saja titik-titiknya dengan harga Rp 15 ribu.

Namun ia kecewa, sebab ia benar-benar tidak tahu sama sekali akan ada operasi pasar dadakan tersebut. Kalau ada tentu ia akan menukarkan tabungnya.

"Selama ini, saya bingung dengan harga gas elpiji 3 kg yang terus naik, padahal tidak ada pengumuman naik. Ini sepertinya ada permainan ditingkat pengecer yang terlalu besar mengambil untung, sehingga masyarakat yang dirugikan, ujarnya.

Seharusnya, kata Rini, jika pemerintah ingin membantu meringankan beban kesulitan masyarakat, umumkan saja, dana batasi pembelinya hanya satu tabung saja. Jadi tidak usah takut jika salah sasaran. Kalau seperti ini, sama saja bohong, sebab kami tidak tahu dan merasakan dari operasi pasar dadakan tersebut.

Hal serupa juga dikatakan Shanti (35) warga Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tanjungenim, juga mengaku tidak tahu jika ada operasi gas 3 kg dadakan dengan harga normal tersebut.

Maksud pemerintah mungkin supaya tidak salah sasaran dan masyarakat berduyun-duyun berebutan untuk membeli gas, namun disisi lain banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetapi tidak tahu. Jadi tujuan pemerintah tidak mengenai sasaran.

"Kami sangat kecewa, karena tidak mendapatkan manfaatnya. Padahal kami ingin membelinya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved