Masyarakat Keluhkan Agen Resmi Gas3 Kg Sering Tutup

Masyarakat Muaraenim dan Tanjungenim, keluhkan harga gas melon dipasaran yang tidak menentu.

Masyarakat Keluhkan Agen Resmi Gas3 Kg Sering Tutup
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Ilustrasi beli gas melon 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Masyarakat Muaraenim dan Tanjungenim, keluhkan harga gas melon dipasaran yang tidak menentu.

Padahal gas 3 kg tersebut sudah disubsidi, namun kenyataan di lapangan harganya tembus sampai 25 ribu.

"Kami heran, kalau gas ada meski kadang-kadang sulit mencarinya. Tapi harganya naik terus hingga kadang-kadang sampai Rp 25 ribu," ujar Lukman (45) pedagang gorengan di Tanjungenim, Rabu (21/10/2015).

Menurut Lukman, dahulu gas 3 kg tersebut, biasanya ia beli seharga Rp 18 ribu dari pendagang pengecer di warung-warung. Lalu naik menjadi Rp 20 ribu. Dan sekarang naik lagi menjadi Rp 23 ribu, bahkan sampai Rp 25 ribu.

Padahal sepengetahuannya belum ada kenaikan dari pemerintah untuk tabung gas 3 kg tersebut. Dan ketika akan membeli di pengecer-pengecer yang resmi, sering habis dan selalu terlihat tutup. Bahkan mereka tidak segan-segan menulis dipintunya dengan tulisan gas habis.

Dan anehnya, kata Lukman, malah banyak pedagang pengecer yang berkeliling menggunakan sepeda motor dengan menjual gas melon Rp 23 - Rp 25 ribu perbuah.

Untuk itu, ia berharap kepada pihak terkait untuk menertibkan harga di tingkat pengecer sehingga masyarakat bisa merasakan gas subsidi. Kalau seperti ini, masyarakat sama saja membeli gas subsidi dengan harga tidak subsidi lagi.

"Kami tidak tahu, ini kewenangan siapa, tetapi gas ini dari pemerintah. Kalau bisa harganya sampai ke kami semurah mungkin. Berapa nian untung kami," ujar Lukman.

Hal senada juga dikatakan Salmah (40), Ibu rumah tangga di Tanjungenim, bahwa sudah sepekan ini, harga gas melon sudah Rp 23 ribu dan tidak turun lagi. Untuk itu, kami minta pengecer resmi diperbanyak untuk menghilangkan pengecer yang tidak resmi sehingga harga gas sampai di tangan rakyat benar-benar harga subsidi.

"Ini saya beli Rp 23 ribu, naik lagi, kemarin Rp 20 ribu rupiah. Harga naik ini sudah lebih dari seminggu ini," ungkapnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved