Tidak Ada Perpecahan Demokrat dan Tidak Ada Dualisme di DPC Demokrat OI

"Dukungan demokrat mati suri karena jumlah kursi tidak mencukupi. Harus koalisi. Partai lain tidak dukung Ujang dan Iswan."

Tidak Ada Perpecahan Demokrat dan Tidak Ada Dualisme di DPC Demokrat OI
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumsel Ir H Ishak Mekki MM 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumsel Ir H Ishak Mekki MM yang datang langsung dengan PAC dan pengurus harian DPC Partai Demokrat OI meminta agar jangan ada perpecahan di tubuh Demokrat.

"Kita panggil hari ini DPC dan PAC se-kabupaten Ogan Ilir menjelaskan persoalan seolah Ketua DPD mendzolimi dengan meng-cut Ujang (Ir HM Kanoviyandri Rasyid)."

"Harapan saya, seluruh kader di OI harus mengamankan dukungan ini (Helmy Yahya-Muchendi Machzarekki). Tidak ada perpecahan. Tidak ada dualisme. Bagaimana memenangkan HM seperti dukungan pusat," tegas Ir H Ishak Mekki MM pada rapat konsolidasi dengan Ketua DPD Partai Demokrat di Sekretariat DPC Partai Demokrat OI, Minggu (18/10/2015).

Hadir juga Sekretarisnya RHM Adi Rasyidi SE, Wakil Ketua DPD PD Sumsel H Chairul S Matdiah SH MHKes dan dihadiri Ketua PAC dan pengurus harian DPC se-Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Ishak yang juga Wagub Sumsel, awalnya jelas-jelas dirinya bersikap secara independen.

"Paparan di pusat tidak pernah membawa nama putra saya Muchendi Mahzarekki. Ternyata apa saya lakukan, Demokrat menjatuhkan pilihan Ujang (Ir HM Kanoviyandri Rasyid) dan dr Iswan. Jadi nggak benar, saya meng-cut. Pak SBY tahu mana kader. Walau saya ketua DPD saya legowo," kata Ishak Mekki.

Menurut mantan Bupati OKI ini, pada saat itu posisi Ujang harus ada koalisi. Namun nyatanya tidak ada koalisi.

"Dukungan demokrat mati suri karena jumlah kursi tidak mencukupi. Harus koalisi. Partai lain tidak dukung Ujang dan Iswan."

"Dengan kejadian ini alangkah hebatnya Pak Ishak jika dinilai mengintervensi partai lain tidak dukung Ujang. Kalau dia mengatasnamakan Demokrat, sekarang kan sudah pindah, itu tidak benar harus ditindak tegas," kata suami Hj Tartilah. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved