Pj Bupati OKU Sedih, Peringatan Tahun Baru Islam Sepi

"Saya sangat sedih. Saya kira bakal banyak yang datang, ternyata yang datang mayoritas ibu-ibu” kata H Maulan

Pj Bupati OKU Sedih, Peringatan Tahun Baru Islam Sepi
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Suasana tablikh akbar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H di Islamic Center Baturaja Senin (13/10) . 

SRIPOKU.COM, BATURAJA---Minimnya umat Islam yang menghadiri acara tabligh akbar menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1437 H di Islamic Center Baturaja Senin (13/10) membuat, Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu H Maulan Aklil SIP MSi sedih.

Kesedihan itu diungkapkan orang nomor I di OKU ini menyampaikan kata sambutan di tabligh akbar yang diselenggarakan menjelang sore.

"Saya sangat sedih. Saya kira bakal banyak yang datang, ternyata yang datang mayoritas ibu-ibu” kata H Maulan seraya menambahkan giliran diundang organ tunggal, banyak yang datang. Ironis memang kata Molen. Dimana saat menyambut dan merayakan tahun baru masehi, masyarakat sangat antusias dan tak segan-segan mengeluarkan dana untuk meemeriahkan malam pergantian tahun baru.

Bahkan ada yang rela membeli kembang api sampai jutaan rupiah dan mengundang artis terkadang berujung maksiat mengkonsumsi narkoba dan berzina.

Sebaliknya giliran diajak muhasabah dan intrsopeksi diri untuk menyambut tahun baru Islam hanya sedikit yang mau datang.

Di kesempatan itu Bupati OKU mengajak masyarakat OKU menyemarakkan tahun baru Islam dengan mengikuti dan menghadiri pawai akbar keliling Kota Baturaja yang disleenggarakan Selasa (14/10).

“Tahun baru Islam ini kita bikin meriah dengan suasana keIslaman. Anak- anak sekolah harus datang karena ada doorprise-nya," kata Molen.

Lebih lanjut dia menekankan terkhusus pada jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemkab OKU, bahwa ditekankan mereka harus bisa mengaji, sampai pejabat paling rendah. Setelahnya, masing masing mesti punya tanggung jawab memegang satu anak yatim.

Semua itu kata Bupati, akan digelorakannya selama dia menjadi Bupati OKU, H Molen terobsesi di masa singkatnya menjabat sebagai Pj Bupati OKU, Molen ingin meletakkan tatakan Islam di OKU.

Sementara itu, Ustad H A Taufik, pimpinan Majelis Taklim Raudhatul Ilmi dari Palembang dalam tausiyahnya mengingatkan dan mengajak masyarakat OKU untuk membenahi diri.

Sama halnya dengan Molen, ustadz Taufik juga menyatakan keprihatinannya terhadap umat Muslim yang tidak mengisi perayaan tahun baru Islam dengan hal-hal positif dan bersifat Agamis.

"Padahal acaranya sederhana, baca Quran dan muhasabah.” Terang Ustadz Taufik seraya mernambahkan yang hadir kebanyakan kaum wanita.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help