Begini Cara Seniman Sumsel Refleksikan Bencana Asap

Selain pohon berbuah asap, ada juga beberapa pelakon yang tubuhnya dibalut kostum seperti tumbuh-tumbuhan.

Begini Cara Seniman Sumsel Refleksikan Bencana Asap
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
Suasana teatrikal dari DKP di Bundaran Air Mancur Palembang. 

SRIPOKU.COM -- Bukan seniman namanya jika tidak punya cara unik untuk merefleksikan suatu fenomena di tempat seniman tersebut tinggal. Sadar kota yang ditempati tengah dikepung asap tebal, sejumlah seniman dari Dewan Kesenian Palembang (DKP) menggelar aksi simpatik berupa penampilan karya seni di Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang, Selasa (22/9/2015).

Dalam aksinya kali ini, puluhan seniman yang terdiri dari musisi dan pemain teater mempertontonkan seni sesuai bidang mereka masing-masing. Untuk menggambarkan asap yang tengah melanda Palembang dan wilayah Sumsel yang lain, ditampilkan aksi teatrikal dimana properti yang digunakan adalah beberapa unit pohon.

Properti pohon dibuat sedikit agak berlainan dengan fakta yang ada. Properti pohon ini sama sekali tidak memiliki daun di bagian rantingnya, namun ada beberapa ranting yang digantungi kapas sehingga dari jauh seperti terkesan asap sedang menggantungi pohon tersebut.

"Makna kapas di ujung ranting pohon adalah asap. Jadi, kita deskripsikan pohon pun sudah berbuah asap saking sudah banyaknya asap di provinsi ini," kata Ketua DKP, Vebry Alintani.

Selain pohon berbuah asap, ada juga beberapa pelakon yang tubuhnya dibalut kostum seperti tumbuh-tumbuhan. Jadi, dengan adanya aksi ini, suasana BAM saat itu benar-benar seperti hutan hijau kecil yang ada di tengah kota.

Dijelaskan Vebry, ada makna tersendiri mengapa ia bersama rekan-rekannya membuat properti pohon yang berbuah asap. Pasalnya, asap yang ada sekarang dihasilkan dari pembakaran lahan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Lahan yang dibakar terdiri dari banyak pohon yang dibumi hanguskan dengan cara dibakar, yang akhirnya menghasilkan asap. Karena begitu banyak pohon yang dibakar, asap kian banyak hingga akhirna menyelimuti Sumsel.

Properti pohon berbuah asap digunakan untuk mendukung aksi teatrikal dari pertunjukan ini. Tampak, dalam aksi teatrikal, sejumlah pelakon membakar pohon. Usai dibakar, muncullah kapas di ujung ranting pohon yang menandakan hasil dari pembakaran terebut. Selanutnya, pembakar-pembakar pohon ini ditangkap kaena dinilai sudah merusak lingkungan.

"Penangkapan tersebut merupakan harapan kita supaya pembakar-pembakar lahan di provinsi ini ditindak dengan tegas. Jangan mentang-mentang mereka dari atau suruhan orang hebat lantas dibiarkan begitu saja," kata Vebry.

Selain aksi teatrikal, seniman dari DKP ini juga membawakan satu lagu berjudul Sumsel Jero Asap. Judul lagu ini juga dijadikan sebagai tema aksi dari para seniman ini. Lagu Sumsel Jero Asap merupakan ciptaan dari Iir Stoned, salah satu musisi lokal yang juga tergabung dalam grup musik Rejung Pesirah. Inti dari lagu ini sama, yakni berharap pembakar-pembakar lahan ditangkap dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Lagu ini mengiringi aksi teatrikan yang dilakukan. Sejumlah pemain alat musik bediri mengellingi pelakon aksi teatrikal. Tak ayal, aksi mereka ini menarik perhatian pengguna jalan untuk sejenak menyaksikan pertunjukan ini. Akibatnya, arus lalu lintas macet. Dari arah menuju Jembatan Ampera, kemacetan sudah terjadi dari seberang International Plaza hingga BAM, sedangkan dari arah seberang kemacetan sudah terjadi sejak dari Simpang Flyover Jakabaring hingga BAM.

"Lagunya sengaja saya ciptakan untuk dibawakan dalam aksi kita ini. Sudah saya ciptakan tiga hari sebelum aksi kita lakukan," kata Iir.

Terkait tema yang diangkat, Vebry mengatakan, sengaja dipilih kata Jero dalam aksi kali ini. Jero merupakan kata asli Palembang, yang bisa diartikan dengan makna kapok atau jera. Dengan kata lain, kata Jero bukanlah plesetan dari kata Zero, yang dalam arti Indonesianya adala nol atau kosong.

"Kalau pemilihan katanya Zero, itu sudah menjadi tagline yang dipakai banyak orang, makanya kita ambil kata Jero dari bahasa Palembang. Dalam aksi inin kita hanya berniat ingin mengungkapkan ekspresi selaku seniman. Soal penindakan terkait asap, silahkan pihak lain yang menyelesaikannya," kata Vebry.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved