SriwijayaPost/
Home »

Techno

» News

Teknologi dan Gadget

Microsoft "Paksa" Pengguna Beralih ke Windows 10

Microsoft menyelipkan file 6 GB ke perangkat pengguna yang belum memperbarui sistemnya ke Windows 10

Microsoft
ISTIMEWA
Logo Windows 10 

SRIPOKU.COM - Beberapa orang antusias menjajal Windows 10 pada komputernya. Di sisi lain, adapula yang merasa belum perlu memperbarui komputernya ke sistem operasi teranyar Microsoft tersebut.

Untuk itu, tiap komputer diberi pilihan untuk meningkatkan software secara otomatis atau tidak, ketika Windows 10 tersedia. Anehnya, yang tak mengaktifkan upgrade otomatis seakan dipaksa untuk melakukan pembaruan.

Dilansir Nextren, Rabu (16/9/2015) dari TrustedReviews, Microsoft diam-diam mengunduh file berukuran 3,5 GB hingga 6 GB pada perangkat pengguna yang tak memilih pembaruan Windows 10. File itu masuk ke rekam jejak Windows Update sebagai file bawaan untuk Windows 10.

Bagi beberapa pengguna, ini tentu menganggu. Pasalnya, file itu dimasukkan ke folder tersembunyi dengan label "$Windows.~BT". Pengguna seperti sengaja dibuat tak sadar bahwa kapasitas penyimpanannya diserap untuk sesuatu yang tak dibutuhkan.

"Saya pikir Microsoft mengatakan upgrade software bersifat opsional. Jika benar, kenapa Microsoft memaksa mengunduh pembaruan tersebut berulang kali?" kata salah satu pengguna yang komputernya terisi file berukuran besar secara sepihak.

Karena pengunduhan file tak diinginkan itu, kata si "korban", koneksi internetnya melambat selama sepekan. "Tidak hanya men-download, sistem itu mencoba menginstal kembali file setiap kali komputer dinyalakan," kata dia.

Microsoft pun menanggapi pengunduhan software sepihak tersebut. "Bagi yang terpilih menerima pembaruan otomatis melalui Windows Update, kami membatu perangkat Anda siap untuk Windows 10 dengan mengunduh file-file yang diperlukan jika nantinya Anda memperbarui sistem," kata perwakilan perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut.

Pun begitu, melakukan pengunduhan file sepihak tanpa sepengatahuan pengguna tentu melanggar etika. Sebab, bagaimanapun file besar itu bisa berpengaruh pada performa perangkat. (Tren)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help