Kurir Narkoba Digaji Rp 4 Juta Sebulan

Menjadi kurir Narkoba, Agus Antoni alias Toni (38) digaji sebesar Rp 4 juta dalam sebulan.

Kurir Narkoba Digaji Rp 4 Juta Sebulan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Toni barju biru menunduk saat diamankan di Ditres Narkoba Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---  Menjadi kurir Narkoba, Agus Antoni alias Toni (38) digaji sebesar Rp 4 juta dalam sebulan.

Namun baru dua bulan menjalankan tugasnya dari seorang bandar sabu ternama di Kota Palembang berinisial AW (DPO), akhirnya berhasil diringkus Tim I Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Bapak dua orang anak ini, berhasil ditangkap saat berada di Jalan Kenari Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Sabtu (19/9) sekitar pukul 19.00.

Dari tangan tersangka yang merupakan warga Komplek Azhar Blok BD 23 RT 25/6 Kelurahan Kenten Laut Kabupaten Banyuasin ini, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu paket sabu berukuran besar seberat 101,56 gram dengan total nilai Rp 100 juta yang disimpan di dalam kantung celana dengan dibungkus koran dan plastik bewarna hitam.

Menurut keterangan tersangka saat dihadirkan pada gelar perkara di Polda Sumsel, Minggu (20/9), awalnya ia tengah merehab rumah yang dikontrak AW di kawasan Makrayu Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang. Pada saat itulah, ia ditawari menjadi kurir kepercayaan oleh AW dengan gaji Rp 4 juta per bulan.

"Jadi upahnya bukan tiap transaksi, melainkan digaji selama sebulan sekali. Setahu saya, cuma saya yang ditugaskan jadi kurir sabu oleh AW," jelasnya.

Setiap melakukan transaksi, dikatakan tersangka, ia selalu melakukan pertemuan di pinggir jalan yang telah ditentukan para pemesan sabu. Namun, saat hendak mengantar barang haram tersebut di lokasi penangkapan, ia langsung ditangkap polisi.

"Selama sebulan tidak nentu berapa kali transaksinya, saya hanya menunggu perintah dari AW saja. Namun, selama ini kurang lebih sudah sepuluh kali saya mengantar sabu yang totalnya berbeda," terangnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa menjelaskan, penangkapan tersangka ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat jika akan ada transaksi sabu di lokasi penangkapan. 

Mengetahui hal itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan berhasil menangkap tersangka Toni.

Dari nyanyian tersangka Toni, sambung Syahril, barang yang dibawa tersangka tersebut merupakan milik bandar besar berinisial AW yang memiliki dua rumah di bilangan Sako dan Gandus Palembang.

Namun, saat petugas berusaha mengejar AW dengan menggeledah kedua rumahnya telah melarikan diri.

"Kami tetap akan mengejar bandar besar di Kota Palembang ini. Akibat ulahnya, tersangka Toni terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help