Mei Dapat Hidayah di Balik Dinginnya Sel

Dari balik sel itulah, ia melihat aktivitas tahanan lainnya yang sudah menuju religi.

Mei Dapat Hidayah di Balik Dinginnya Sel
SRIPOKU.COM/ZAINI
Mardalena alias Mei, saat mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya selepas Ashar, Kamis (17/9/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Siapa yang dapat menebak, jika hidayah Allah SWT datang di saat yang tepat. Seperti yang dialami Mardalena, atau yang akrab disapa Mei.

Dara cantik keturunan Tionghoa ini memiliki niat yang besar untuk memeluk Islam saat ia merasa dinginnya jeruji besi Polresta Agustus lalu. Keinginan tersebut bertambah kuat saat didukung kedua orangtua dan saudara kandungnya yang sudah terlebih dahulu memeluk Islam sejak ia masih SD.

Mei mengaku, proses yang dijalaninya tidaklah mudah. Waktu itu ia tersangkut kasus penggelapan uang bersama rekannya di sebuah perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya.

"Karena teman saya tidak tertangkap, akhirnya saya yang kena karena turut menikmati hasilnya. Dan akhirnya harus menjalani hukuman selama dua bulan di dalam sel," ungkap wanita kelahiran Palembang, 6 Maret 1994 ini.

Mei ucapkan kalimat syahadat

Mardalena alias Mei, saat mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya selepas Ashar, Kamis (17/9/2015). (SRIPOKU.COM/YULIANI)

Dari balik sel itulah, ia melihat aktivitas tahanan lainnya yang sudah menuju religi. Berkat dukungan sekaligus perenungannya itulah, akhirnya Mei tertarik belajar Islam.

"Dalam sel sempat ditanya, mau nggak masuk Islam. Saya jawab mau, dan mereka menawarkan langsung agar saya belajar Islam selama menjalani masa tahanan," jelasnya.

Hambatan Mei untuk masuk Islam tak cukup sampai disana. Keinginan Mei yang dulunya memeluk agama Budha ini sangat ditentang dan dibenci oleh keluarga besar yang non Muslim.

"Tapi saya yakin saja, bahwa pertolongan Allah itu selalu ada untuk hambaNya yang membutuhkan. Akhirnya setelah konsultasi, saya mendatangi PITI untuk memantapkan diri masuk Islam," ujar bungsu dari tiga bersaudara ini.

Putri pasangan Abdul Rahman dan Siti Mardiah ini mengaku sudah pisah dengan keluarga kandungnya yang kini tengah berada di Jambi sejak SD.

"Saya ikut tante yang beragam Budha. Ketemu dengan keluarga kandung cuma setahun sekali. Karena saya suka merantau, jadi mau sukses dulu sebelum pulang," ujarnya.

Kini, Mei pun merubah namanya menjadi Azizah Zahra setelah mengucakan dua kalimat Syahadat di Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya selepas Ashar, Kamis (17/9). Saat ini pun ia tinggal satu kostan dengan sepupunya yang sudah lebih dahulu memeluk Islam.

"Semua agama mengajarkan baik, namun ini soal keyakinan. Dan saya sudah mantap dengan pilihan ini. Ke depan saya akan belajar dan memperdalam Islam secara serius," ungkap alumni SMA Methodist 2 Palembang ini.

Tags
mualaf
Penulis: Yuliani
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help