Healthy Life

Usir Segala Stres Lewat Meditasi yang Sempurna

Hanya berdiam diri dengan mengosongkan pikiran, sudah bisa membuat segala stres yang ada di benak hilang.

Usir Segala Stres Lewat Meditasi yang Sempurna
ISTIMEWA
Karinna menunjukan contoh posisi tubuh saat melakukan meditas.

SRIPOKU.COM -- Untuk menghilangkan stres karena pekerjaan atau suatu masalah dalam kehidupan, sebagian orang rela pergi ke suatu tempat yang indah meski lokasinya jauh. Ada juga yang memutuskan untuk mendatangi tempat-tempat hiburan bersama teman. Tak ayal, butuh uang untuk sekadar menghilangkan stres yang jumlahnya mungkin tidak sedikit.

Namun, hanya berdiam diri dengan mengosongkan pikiran, sudah bisa membuat segala stres yang ada di benak hilang. Hal itu bisa dilakukan asalkan dilakukan dengan cara yang benar, kegiatan yang dinamakan meditasi ini menjadi obat mujarab untuk mengusir segala stres di kepala.

Dikatakan seorang instruktur yoga di Palembang, Karina, meditasi dilakukan dengan cara yang amat mudah dan bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Namun, banyak yang salah kaprah dalam melakukan meditasi sehingga hasil yang ingin didapat tidaklah sempurna.

"Banyak orang mengartikan meditasi hanyalah kegiatan duduk diam atau melamun. Alhasil, bukan manfaat yang didapat, melainkan pemborosan waktu yang terbuang cuma-cuma tanpa hasil," kata Karinna, Senin (7/9/2015).

Cara yang benar untuk melakukan meditasi, jelas Karinna, adalah benar-benar mengosongkan pikiran yang ada di kepala. Namun, beda halnya saat melamun, mengosongkan pikiran dalam melakukan meditasi adalah memusatkan perhatian dan pikiran pada pola menghirup dan membuang nafas. Dua hal ini harus dilakukan dengan baik dan haruslah menggunakan hidung, bukan dengan mulut.

Mengosongkan pikiran, kata Karinna, adalah membuang segala sesuatu pikiran di kepala. Entah itu yang membebani, mencemaskan, atau hal-hal yang menarik. Meditasi merupakan kegiatan mental terstruktur untuk menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan, atau penyelesaian masalah.

Sebelum fokus pada pola nafas, lanjut Karinna, mereka yang ingin melakukan meditasi harus mencari tempat yang nyaman dan sepi akan orang. Begitu sudah mendapatkan tempat tersebut, duduk bersila dan mulailah secara bertahap memfokuskan fikiran pada pola nafas. Tutup mata secara perlahan-lahan saat tubuh sudah dalam keadaan duduk bersila.

"Jadi, dimana pun dan kapan pun, meditasi bisa dilakukan. Meski demikian, meditasi sebaiknya dilakukan di pagi hari atau sebelum kita memulai aktifitas karena pada saat itu pikiran mudah untuk fokus pada pernapasan. Meditasi bisa dilakukan dalam waktu 15 atau 30 menit," kata Karinna.

Dibeberkan Karinna, dari sudut pandang faiologis, meditasi dinilai anti dan penghilang sres yang paling baik untuk dilakukan. Saat mengalami stres, denyut jantung akan meningkat. Begitu pula dengan tekanan darah yang berlipat-lipat meningkat dibanding pada saat kondisi pikiran tengah tenang. Ini membuat pernafasan menjadi tidak teratur, terkadan cepat, terkadang melambat.

Lewat meditas, lanjut Karinna, detak jantung akan melambat. Ini membuat tekanan darah menjadi normal hingga akhirnya pernafasan akan kembali teratur. Inilah yang akan membuat pikiran menjadi lebih tenang sehingga membuat stres atau beban di otak berkurang atau bahkan menghilang.

"Dengan catatan, meditasi yang dilakukan sudah benar. Rajin melakukan meditasi, organ-organ dan sel-sel dalam tubuh akan menjadi lebih baik," kata Karinna.

Penulis: Refli Permana
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved