Dua Mualaf Langsung Nikmati Idul Fitri Pertama Kali

Sebelum berbuka menjelang maghrib terakhir di bulan suci Ramadan tahun ini mereka mengikrarkan diri memeluk agama Islam atau mualaf.

Dua Mualaf Langsung Nikmati Idul Fitri Pertama Kali
SRIPOKU.COM/YULIANI
Lauw Beng Guan dan istrinya Liaw Giok Tju saat mengikrarkan diri sebagai mualaf di masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya, Kamis (16/7/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berkah Ramadan tak hanya dirasakan oleh umat muslim dimana pun. Bahkan orang non Muslim juga turut merasakan dan mendapat hidayah.

Hal itu seperti yang dirasakan sepasang suami istri berdarah Tionghoa ini. Sebelum berbuka menjelang maghrib terakhir di bulan suci Ramadan tahun ini mereka mengikrarkan diri memeluk agama Islam atau mualaf.

Kedua mualaf yang sebelumnya beragama Khatolik tersebut yakni Lauw Beng Guan dan istrinya Liaw Giok Tju yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta ini merasa terenyuh saat mendengar orang mengaji.

"Kami sering melihat orang Islam itu mengaji, rasanya tenang dan ingin ikut belajar," ungkap Lauw Beng yang sudah berganti nama menjadi Gunawan Lembrajaya ini setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat di Masjid Cheng Ho Sriwijaya, Kamis (16/7/2015).

Pria kelahiran Palembang, 6 Maret 1947 ini lantas mengajak sang istri belajar tentang Islam dalam kurun waktu dua tahun belakang, dan baru tahun inilah mantap mengikrarkan diri untuk masuk Islam.

Niat pasangan suami istri yang lama tinggal di Bogor dan tidak memiliki anak ini lantas didukung sepenuhnya oleh keluarga.

"Keluarga saya yang non muslim juga mengantarkan kami untuk jadi mualaf ini, agar cepat di-Islamkan," ungkapnya haru.

Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, H Akhmad Affandy mengaku bersyukur dengan bertambahnya mualaf terutama menjelang Idul Fitri.

"Setiap Kamis di Masjid Cheng Ho selalu ada mualaf baru. Dan Alhamdulillah kali ini di Akhir Ramadhan merupakan berkah, karena secara otomatis ini Lebaran Idul Fitri pertama mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah ini, pasangan suami istri tersebut akan dinikahkan lagi secara Islam, karena nikahnya dulu bukan dengan cara Islam.

"Mudah-mudahan setelah ini makin lebih baik, dan kita harap umat Muslim yang lain maupun mualaf yang baru bisa tetap istiqomah selalu," terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help