SriwijayaPost/

Warga Temukan Patung Kepala Singa di Desa Bingin Jungut

Patung kepala yang memiliki panjang sekitar 70 centimeter dan lebar 16 centimeter tersebut, pertama kali berada disebuah gundukan tanah.

Warga Temukan Patung Kepala Singa di Desa Bingin Jungut
TRIBUN SUMSEL
Sebuah patung kepala singa yang ditemukan warga Desa Bingin Jungut, Musirawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Penemuan sebuah batu yang diduga mirip benda Cagar Budaya, menghebohkan warga Dusun 4 Desa Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musirawas. Ornamen berbentuk sebuah patung kepala singa atau mirip reog, ditemukan pertama kali oleh Sutarman didalam sebuah tumpukan tanah yang baru saja dibelinya.

Sutarman menerangkan, patung kepala yang memiliki panjang sekitar 70 centimeter dan lebar 16 centimeter tersebut, pertama kali berada disebuah gundukan tanah yang diambil dari lokasi galian tanah milik Hamim (68) di akses Jalan Lintas Muara Kelingi, yang lokasinya juga berdekatan dengan aliran sungai Musi pada Senin (10/9/2014) sekitar pukul 10.00 WIB.

Bahkan, setelah gundukan tanah yang dibelinya tersebut sampai di rumah miliknya, dia belum mengetahui kalau patung itu ikut masuk di campuran tanah. "Pas mau dipilah tanahnya, saya melihat seperti ada batu, lama kelamaan saya perhatikan ternyata itu patung kepala," ungkapnya

Dijelaskannya, setelah mengetahui ada gundukan terselip sebuah patung, dia bersama keluarganya langsung mencari benda lainnya di tanah yang telah dibeli olehnya dengan memakai peralatan seperti sekop dan cangkul. Alhasil, sampai sore mengais tanah, dia pun menemukan empat buah batu diduga andesit.

Setelah menemukan patung tersebut, diapun langsung membersihkan dan menyimpan dirumahnya, bahkan dia juga telah menghubungi pihak Dinas Kebudayaan Musirawas untuk diteliti lebih lanjut. "Sudah datang dari Dinas, untuk sementara patung kepala ini akan saya simpan, karena ada sisinya yang sudah gompal kemungkinan terkena alat berat yang menguruk tanah itu. Kalau memang ada instansi yang mau datang melihat saya persilahkan," terangnya

Sementara itu, pemilik tanah Hamim menerangkan, bahwa tanah ditempat patung tersebut ditemukan baru dibelinya pada tahun 2003 lalu. Lahan seluas 0,8 hektare itu saat ini tengah dilakukan usaha jual beli tanah timbunan. Diakuinya, kalau dilahan tersebut baru pertama kali ini ditemukan benda oleh warga sebagai cagar budaya.

"Saya juga kaget, karena tidak ada niat untuk mencari benda-benda cagar budaya di tanah saya, memang mau diratakan tanah ini dan kalau ada yang mau beli memang saya jual," kata dia

Dia pun mempersilahkan apabila Pemerintah akan melakukan ekskavasi benda cagar budaya di lokasi tanah miliknya, selagi membuat kepentingan Desa lebih baik. "Saya persilahkan demi membangun Desa, dan mengetahui lokasi ini ditemukan ada benda cagar budaya, belum ada niatan untuk menjual kembali," ungkapnya

Di lokasi penemuan patung Senin sore, tampak sejumlah anak kecil mencari sisa-sisa keberadaan benda cagar budaya, dengan hanya menggunakan kedua tangan tanpa dibantu alat apapun, anak kecil tersebut cukup serius mengais-ngais tanah yang diyakini mereka menyimpan benda sejarah.

Misalnya Deki, setelah mengetahui tetangganya mendapatkan sebuah patung kepala, dia bersama lima rekannya langsung turun kelapangan, alhasil dia menemukan sebuah batu ukiran yang belum tau nama dan apakah termasuk sebagai benda bersejarah.

"Ritual selamatan ini, kita memotong ayam dan membuat nasi dari santan, tujuannya untuk meminta selamat saja, mudah-mudahan Desa ini kedepannya baik-baik saja," terang dia

Selain itu, dia mengungkapkan kalau Desa tempatnya tinggal telah dijuluki sebagai Tebing Candi, dan warga menduga memang lokasi galian tanah tempat benda tersebut ditemukan pada waktu dulu merupakan sebuah Candi. "Menurut cerita, pada abad 700 lalu konon kabarnya, agama Hindu membuat Candi diwilayah ini, kalau dilihat dari letak adanya sungai dan didataran ketinggian, kemungkinan memang ada. Tapi hal itu harus diperlukan penelitian oleh ahlinya," jelasnya. (men)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help