Dipentung Polisi, Kepala Dua Pendukung Prabowo Bocor

Belum sempat dia turun dari mobil, pentungan polisi mendarat tepat di kepalanya. Indra mengalami luka sepanjang 10 cm di kepalanya.

Dipentung Polisi, Kepala Dua Pendukung Prabowo Bocor
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Massa pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berusaha menerobos kawat berduri yang terpasang untuk pengamanan sidang di Mahkamah Konsistusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (21/8/2014). Hari ini MK akan memberikan putusan atas perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pendukung Prabowo Subianto yang berusaha untuk merangsek masuk menuju Gedung MK berhasil dipukul mundur dengan semprotan gas air mata dan meriam air. Dua di antara pendukung Prabowo tersebut kena pukul polisi saat berusaha menyelamatkan diri.

Mereka adalah Indra dan Ahmadi. Saat kejadian, Indra berada di atas salah satu mobil yang berada tepat di depan kawat berduri. Dia berusaha turun dari mobil saat polisi juga merangsek maju memukul mundur massa. Belum sempat dia turun dari mobil, pentungan polisi mendarat tepat di kepalanya. Indra mengalami luka sepanjang 10 cm di kepalanya.

Hal yang sama juga dialami oleh Ahmadi, anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri Indonesia (FKPPI), yang berada di depan kawat berduri. Ketika berusaha menyelamatkan diri, kepalanya terkena pentungan. Dia menderita luka sepanjang 15 cm di kepala. Oleh tim pendukung Prabowo, keduanya langsung dibawa ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, polisi kembali berjejer dengan senjata lengkap dan tameng tepat di ujung Jalan Medan Merdeka Barat. Mobil taktis polisi seperti barracuda dan mobil water cannon berada di belakang mereka. Polisi bermotor juga menuju ke depan kantor Indosat untuk menambah kekuatan di sana.

Setelah dipukul mundur, massa pendukung Prabowo masih berpencar di Jalan MH Thamrin dan Merdeka Selatan. Namun, mereka berusaha kembali merangsek ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved