Carolina Marin, Penari Flamenco yang Putar Haluan Jadi Pebulu Tangkis
"Target tertinggi saya adalah menjadi pemain nomor satu dunia dan meraih medali emas di Olimpiade," ujar Marin.
SRIPOKU.COM-Tunggal putri Spanyol, Carolina Marin, mengaku pernah mengalami masa saat harus memilih antara terus menari flamenco atau menjadi seorang pebulu tangkis.
Flamenco adalah tarian khas Spanyol yang diiringi musik folk. Marin menari sejak kecil. Namun, pada usia delapan tahun, salah satu teman mengajaknya menonton pertandingan bulu tangkis. Saat itulah Marin jatuh cinta pada bulu tangkis dan mulai bermain.
"Sewaktu umur 12, saya harus memilih salah satu. Tetap menari flamenco atau bermain bulu tangkis. Saya pun memilih bulu tangkis karena saya memenangi beberapa turnamen nasional," tutur Marin usai babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014 di Istora Senayan Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Dua tahun kemudian, Marin resmi masuk ke tim bulu tangkis nasional Spanyol dan menunjukkan keseriusannya bermain hingga saat ini. Meski di negaranya bulu tangkis tidak sepopuler sepak bola, tenis, atau basket, Marin percaya suatu saat nanti bulu tangkis bisa menjadi salah satu olahraga populer di Spanyol.
"Target tertinggi saya adalah menjadi pemain nomor satu dunia dan meraih medali emas di Olimpiade," ujar Marin.
Pemain peringkat 11 dunia itu juga mengungkapkan kebahagiaannya bermain di Indonesia, terutama karena antusiasme penonton terhadap bulu tangkis. Ia juga menyebut Indonesia Open sebagai turnamen favoritnya.
Marin melaju ke babak kedua usai mengalahkan tunggal tuan rumah, Maria Febe Kusumastuti, dengan 21-11, 21-18. Selanjutnya ia berpeluang menghadapi Wang Shixian jika pebulu tangkis Tiongkok tersebut menang melawan Vignes Waran Sashina di babak pertama.