Miliki Sabu Hampir Satu Kilogram, Nurhayati Dipenjara 18 Tahun

Dikarenakan telah melanggar undang-undang tindak pidana pencucian uang, harta benda yang dimiliki pasutri tersebut disita untuk negara.

Miliki Sabu Hampir Satu Kilogram, Nurhayati Dipenjara 18 Tahun
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Nurhayati (rompi oranye) menangis sembari melangkah menuju ruang tahanan PN Palembang Selasa (3/5/2014) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Salah satu terdakwa kepemilikan sabu dengan jumlah hampir satu kilogram, Nurhayati, divonis penjara 18 tahun dan denda Rp 2 miliar subsider setahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Wurianto di PN Palembang Selasa (13/5/2014). Sementara suaminya, Zulkarnain, divonis penjara dua tahun lebih lama, dengan denda dan subsider yang sama oleh majelis hakim yang diketuai Ardi Johan.

"Dari keterangan saksi dan bukti di persidangan, kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 114 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Wurianto dan Ardi Johan, disaat sidang yang berbeda dikarenakan terpisah.

Vonis kedua pasutri itu tak hanya sampai di sana. Dikarenakan telah melanggar undang-undang tindak pidana pencucian uang, harta benda yang dimiliki pasutri tersebut disita untuk negara. Mulai dari rumah yang mereka tempati, mobil, tanah, dan beberapa aset lainnya disita untuk jadi milik negara.

Vonis majelis hakim sebenarnya jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, Purnama Sofyan dan Siti Fatimah. Pada sidang tuntutan, kedua jaksa menuntut pasutri dipenjara seumur hidup dengan harta benda milik keduanya disita untuk negara. Namun, kedua majelis hakim sedikit memangkas hukuman dengan memvonis penjara 20 tahun. Atas vonis hakim, terdakwa dan jaksa pikir-pikir.

Tindak pidana pasutri ini diketahui terjadi pada 14 Agustus 2013. Saat itu, Ditres Narkoba Polda Sumsel menghentikan Zulkarnain yang tengah mengendarai mobil. Saat digeledah, petugas mendapati bungkusan sabu yang beratnya hampir satu kilogram. Usai menangkap Zulkarnain, polisi selanjutnya menangkap Nurhayati yang saat itu diduga menyediakan uang untuk membeli sabu.

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help