• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Sriwijaya Post

Alex: Omong Kosong Semua Omongan Pejabat Tinggi Itu

Jumat, 18 April 2014 07:18 WIB
Alex: Omong Kosong Semua Omongan Pejabat Tinggi Itu
ISTIMEWA
Gubernur Sumsel Alex Noerdin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Presiden SBY belum tahu apa-apa tentang permohonan persetujuan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api. Ini terkait khabar dari pejabat-pejabat di pusat yang mengatakan bahwa permohonan persetujuan pembangunan KEK Tanjung Api-Api tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Hal tersebut diutarakan oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat memberi sambutan pada Musrenbang Provinsi Sumsel di Arista Hotel, Kamis (17/4/2014).

"Omong kosong semua pejabat tinggi yang ngomong presiden tinggal tanda tangan saja," ujarnya pada acara yang dihadiri oleh Wakil Menteri Bapenas RI dan juga perwakilan dari Kemendagri.

Alex mengaku terkejut mendengar SBY belum sama sekali menerima surat yang telah dikirimnya itu saat curhat dengan Presiden RI, SBY beberapa saat lalu. Surat pengajuan sebagai payung hukum untuk Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api yang telah diajukan melalui menteri terkait belum sampai di tangan Presiden.

Alex menilai pemerintah pusat tidak serius dalam membantu rencana pembangunan yang dibuat oleh Provinsi Sumsel.

"Saya minta pemerintah pusat mendukung rencana pembangunan yang sudah dibuat. Jangan sampai proses pembangunan yang sudah direncanakan terhambat karena masalah payung hukum," pintanya.

Pada kesempatan itu juga Alex meminta Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bapenas agar menggelontorkan dana untuk pembangunan infrastruktur di Sumsel. "Tolong pak anggarkanlah APBN untuk bangun Jembatan Musi ini," pinta Alex.

Kedepan, lanjut Alex mengharapkan, pemerintah daerah dapat diberi kewenangan lebih terutama dalam pembangunan daerah, yang akan menguntungkan masyarakat. Agar proyek pembangunan tidak terbengkalai, yang nantinya pemerintah pusat juga yang merasakan hasilnya. "Daerah diberi kewenangan lebih, tetapi bukan kewenangan berlebihan," tukasnya.

Pendapatan Sumsel dialokasikan sebesar 85 persen untuk pusat dan 15 persennya untuk Sumsel. Alex mengatakan jika, hal itu dibalik (85 persen untuk Sumsel dan 15 persen untuk pusat) selama 3 tahun saja, maka Sumsel akan mampu menyelesaikan pembangunan infrastrukturnya dan menjadi provinsi termaju di Indonesia.

"Selama ini Sumsel selalu jadi anak manis, apa harus jadi anak nakal dulu baru diperhatikan," tukas Alex. (TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas