• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Maulana, Adik Kandung Bupati OKU Selatan Menyusul Dua Rekannya

Senin, 10 Maret 2014 18:39 WIB

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Berkas pemeriksaan salah satu tersangka tipikor pembangunan Jl Jagaraga Muaradua OKU Selatan, Maulana, resmi dilimpahkan ke Kejati Sumsel oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel Senin (10/3/2014). Adik kandung dari bupati OKU Selatan itu menyusul kedua rekannya yang sudah terlebih dahulu berkasnya dilimpahkan ke Kejati Sumsel.

Dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Unit Tipikor Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, kepastian berkas perkara Maulana diterima pihak Kejati Sumsel didapat Senin (10/3/2014). Dengan demikian, berkas sudah lengkap dan setahap lagi Maulana akan disidangkan.

"Kita masih bekoordinasi dengan pihak kejaksaan kapan tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan. Rencananya, ketiga tersangka akan dilimpahkan ke kejaksaan serentak," kata Imran.

Dijelaskan Imran, Polda Sumsel selaku tim penyidik sudah menunggu dua pekan lebih kepastian dari berkas pemeriksaan Maulana yang dikirimkan ke Kejati Sumsel untuk diteliti. Beruntung, berkas hanya satu kali bolak-balik sehingga tidak memakan waktu yang lama.

Dari tersangka yang bertugas sebagai rekanan pembangunan Jl Jagaraga ini, lanjut Imran, ada beberapa aset yang disita untuk dijadikan alat bukti. Adapun aset-aset Maulana yang disita adalah dua truk, tanah seluas 130 hektar, dan tanah seluas 1.628 meter persegi.

"Untuk dua truk dan tanah seluas 130 hektar, disita di daerah Way Kanan, Lampung. Sementara tanah seluas 1.628 meter persegi, kita sita di Muaradua," ujar Imran Amir.

Sementara itu, berkas perkara untuk dua tersangka lainnya, Burhaedi (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan Khairul (Pejabat Pembuat Komitmen), sudah terlebih dahulu diterima Kejati Sumsel. Tidak ada aset yang disita Polda Sumsel dari kedua tersangka ini.

Ketiga tersangka diduga terlibat penyalahgunaan proyek pembangunan Jalan Jagaraga, yang ada di Muaradua OKU Selatan. Proyek pembangunan jalan sepanjang 14 kilometer yang belum selesai sudah mendapat bayaran 100 persen dari total proyek, yakni sekitar Rp 35,8 miliar. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 9,2 miliar.

Editor: Tarso
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
558682 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas