• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Panwaslu Tekankan Aidil Fitrisyah Melanggar

Kamis, 27 Februari 2014 13:42 WIB
Panwaslu Tekankan Aidil Fitrisyah  Melanggar
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Riduansyahm Ketua Panwaslu Kota Palembang.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Panwaslu Kota Palembang, Riduansyah menekankan, Calon DPD RI Aidil Fitrisyah (AF) terbukti melanggar administrasi pemilu yakni melanggar UU no 8 PKPU nomor 15 tahun 2013.

Untuk itulah menurutnya, pemberian sanksi langsung diserahkan ke pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang.

"Dalam PKPU 15 tahun 2013 itu dijelaskan sosialiasasi tidak dibenarkan dilakukan di lembaga pendidikan, tempat ibadah dan kantor pemerintahan, nah hasil rapat pleno AF terbukti melanggar kampanye terselubung di lembaga pendidikan," ungkap Riduansyah. Kamis (27/2/2014).

Kampanye terselubung yang dilakukan AF di lembaga pendidikan Al Furqon Kecamatan Kemuning Palembang,  pihaknya menemukan alat peraga, stiker, spanduk dan bukti temuan lainnya dinilai melanggar administrasi pemilu.

"Karena ini pelanggaran administrasi jadi dilimpahkan ke KPU, tapi kalau pelanggaran pidana pemilu pelimpahannya ke Kepolisian," katanya.

Sementara Kuasa hukum Anggota DPD RI, Drs H Aidil Fitrisyah MM yang juga Calon Senator DPD RI, Dencik Naya SH menyesalkan sanksi yang dikeluarkan KPU Kota Palembang terhadap kliennya.

"Harusnya KPU bijaksana menanggapi rekomendasi Panwaslu. Mestinya cukup memberikan pemberitahuan saja kepada Pak Aidil Fitrisyah. Bukan memberikan sanksi dan mengatakan itu suatu pelanggaran. Kita minta bijaksanalah mengambil tindakan pengawasan seadil-adilnya. Jangan pilih kasih terhadap peserta pemilu. Pak Aidil hadir ke KPU memenuhi undangan KPU Jumat 21 Februari 2014 memberikan klarifikasi. Beliau sangat proaktif  sepanjang tidak ada tugas di luar kota," kata Dencik Naya.

Ia juga menilai, seharusnya surat teguran KPU Kota Palembang itu dijelaskan duduk persoalannya.

"Sebab dalam hal ini Pak Aidil tidak bersalah sebagai anggota DPD RI dan tokoh PGRI. Beliau kan diundang pengurus PGRI Palembang Pak Zulinto," katanya.

Terkait dengan masalah atribut alat peraga Calon DPD RI ini, lagi-lagi Dencik Naya mengajak KPU untuk bijaksana.

"Dak masalah sebab di mana-mana bertebaran. Katakanlah kampanye terbatas," katanya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber:
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
549512 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas