• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Sriwijaya Post

KPU Siapkan Formulir A5

Selasa, 21 Januari 2014 16:49 WIB
KPU Siapkan Formulir A5
TRIBUN SUMSEL
Ahmad Naafi, Komisioner KPU Sumsel

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kekawatiran sebagian masyarakat yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah tempatnya terdaftar sebagai pemilih akan menghalangi hak pilihnya pada Pemilu legislatif 9 April 2014 mendatang bukan merupakan penghalang.

Peraturan KPU Nomor 26 tahun 2013 akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan hak pilihnya dengan lebih dulu melapor kepada tempatnya terdaftar agar memperoleh formulir A.5.

Penegasan ini disampaikan Komisioner KPU Provinsi Sumatera Selatan divisi Sosialisasi dan Kampanye Ahmad Naafi, SH, MKn, Selasa (21/1/2014).

Dijelaskannya bahwa  dalam peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 tentang Pemungutan suara dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara dalam Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Provinsi dan Kabupaten memberikan ketentuan bahwa Keadaan tertentu bagi pemilih yaitu saat dia menjalankan tugas di tempat lain pada hari dan tanggal pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit, menjalani tahanan dirumah tahananan atau LP, tugas belajar, pindah domisili dan tertimpa bencana alam.

Dalam PKP Nomor 26Tahun 2013 dijelaskan bahwa dalam hal pemilih  dalam keadaan tertentu sebagaimana dimaksud memberikan suara di TPS lain , pemilih wajib melapor kepada PPS asal untuk memperoleh formulir model A5-KPU dengan menunjukkan KTP atau identitas lain.

”Silahkan Pemilih tersebut melapor ke PPS asal paling  lambat tiga hari sebelum pemungutan suara dan akan memperoleh formulir A5-KPU yang merupakan surat keterangan pindah memilih ke TPS lain lalu melaporkan ke TPS tempat tinggal terdekatnya untuk memilih lalu dimasukkan kedalam formulir khusus,” kata Naafi yang mantan wartawan Sriwijaya Post.

Kesempatan Memilih Lebih Besar

Lebih lanjut dijelaskan Setelah DPT ditetapkan, jika masih terdapat  warga negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat sebagai pemilih belum terdaftar, tetap dapat menggunakan hak pilihnya. Penduduk tersebut nantinya dimasukkan kedalam daftar pemilih khusus. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD.

“Pasal 40 ayat 5 yang menyebutkan dalam hal terdapat warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih dan tidak memiliki identitas kependudukan dan atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih sementara, daftar pemilh sementara hasil perbaikan, daftar pemilih tetap atau daftar pemilih tambahan,KPU Provinsi melakukan pendaftaran dan memasukkannya kedalam daftar pemilih khusus,” kata Naafi seraya mengatakan dalam peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2013 Pasal 35 ayat 1 menyebutkan dalam hal setelah DPT ditetapkan dan diumumkan masih terdapat pemilih yang tidak terdaftar PPS mendaftar pemilih tersebut kedalam daftar pemilih khusus.

PPS melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa pemilih telah memenuhi syarat sebagai pemilih. PPS menyusun daftar pemilih khusus paling lambat 14 hari sebelum pemungutan suara dan PPS menyampaikan daftar pemilih khusus kepada KPU Provinsi melalui PPK dan KPU Kabupaten/kota paling lambat satu  hari setelah ketua dan anggota PPS memberi paraf pada daftar pemilih khusus tersebut.

Selanjutnya dijelaskan bahwa KPU Provinsi menetapkan daftar pemilih khusus berdasarkan usulan PPS paling lambat 7 hari sebelum pemungutan suara. Selain itu untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada WNI yang akan menyampaikan hak pilihnya, bagi WNI yang memenuhi syarat memilih tetapi tidak terdaftar dalam DPT juga dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP sesuai dengan putusan mahkamah konstitusi (MK)  Nomor 102/PUU-VII/2009.

Sementara itu komisioner KPU Sumsel  Divisi Hukum dan SDM Alexander Abdullah, SH, M.Hum mengatakan  Dalam putusan tersebut MK menyatakan selain WNI yang terdaftar dalam DPT, WNI yang belum terdaftar  dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP yang mash berlaku atau parpor yang masih berlaku bagi WNI yang berada di luar negeri.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas