• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Romi, Mafia Tanah Jakabaring Divonis 2 Tahun Penjara

Kamis, 19 Desember 2013 16:39 WIB
Romi, Mafia Tanah Jakabaring Divonis 2 Tahun Penjara
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
M Romi mendengarkan sidang putusan pengadilan klas I Palembang, Kamis (19/12/2013). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mafia tanah Jakabaring, Romi M Nur (71) dijatuhi vonis dua tahun penjara dalam sidang putusan pengadilan klas I Palembang, Kamis (19/12/2013).

Hakim Ainun yang membacakan vonis Romi atas gugatan Antoni Rois ini semula oleh JPU Rini Purnamawati SH dituntut hukuman penjara 3 tahun enam bulan.

"Singkat saja ya. Langsung putusan. Terdakwa berbelit-belit dipersidangan. Terdakwa Romi M Nur yang sudah berusia lanjut dijatuhi hukuman 2 tahun dari tuntutan sebelumnya 3 tahun enam bulan," kata Hakim Ainun.

JPU Rini Purnamawati SH menyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyerobotan tanah melanggar pasal 385 ayat (1) KUHP.

Pengacara Azrianti SH mengatakan atas putusan hakim tersebut kliennya belum memberikan putusan, atau pikir-pikir.

"Kayaknya menerima. Pak Romi ini memang dalam masa tahanan dalam
perkara lain. Untuk perkara dengan Antoni Rois ini, dia tidak ditahan," kata Azrianti SH.

Antoni Rois yang juga Ketua Umum DPP Lebdamas (Lembaga Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat) Sumsel melaporkan pria gaek berkepala plontos ini diduga telah sering melakukan penipuan (mafia) tanah di kawasan Jakabaring.

“Tadinya Ro ini klien saya untuk mengurus kasus tanah di Jakabaring. Ternyata hasil pantauan kami di lapangan, sudah jadi kebiasaannya tanah yang sudah dijual ke pihak lain dijualkan lagi,” tegas Antoni.

Antoni mengaku, pihaknya memiliki data-data dari konsumen atau orang yang membeli tanah dari Romi.

Kliennya itu antara lain Mahpi Trisna (46), warga Jl Gubernur HA Bastari Lr Langgar melaporkan Ro ke Polresta Palembang berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/033-B/I/2011/Sumsel/Resta tanggal 3 Januari 2011.

Dalam laporannya, Romi diduga telah melalukan penipuan penggelapan di kantor notaris Mulkan Raswan SH Jl R Sukamto Palembang, 28 Juni 2011 pukul 12.00. Akibatnya Mahfi menelan kerugian tiga kapling tanah dan uang Rp 50 juta.

Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
485322 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas