Meditasi Satu Menit "Sejenak Hening" Usir Panik

Hanya butuh waktu meditasi selama satu menit, metode Sejenak Hening ini bisa melatih pengendalian emosi, termasuk mengatasi panik.

Meditasi Satu Menit
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Reaksi panik bisa teratasi dengan cepat jika kecerdasan emosi terlatih, yang berdampak pada pengendalian diri lebih baik akibat pikiran yang terlatih untuk tetap tenang menghadapi situasi apa pun. Salah satu cara mengatasi panik adalah dengan meditasi.

Meditator Adjie Silarus menemukan satu pendekatan meditasi, yang disebutnya sebagai Sejenak Hening. Hanya butuh waktu meditasi selama satu menit, metode Sejenak Hening ini bisa melatih pengendalian emosi, termasuk mengatasi panik.

"Situasi sekarang ini, sangat mudah orang untuk segera bertindak secepat mungkin terhadap keadaan yang dihadapinya. Akibatnya, reaksi panik pun bisa segera tercipta," ungkapnya dalam siaran pers.

Munculnya panik bisa dibilang wajar asalkan tidak berdampak negatif. Terutama tidak berdampak buruk pada pengambilan keputusan atau tindakan.

"Untuk menghadapi situasi yang menginginkan Anda bereaksi dengan cepat, ada satu trik mudah untuk menenangkan pikiran. Dengan melihat situasi yang ada, pendekatan meditasi yang modern melalui konsep Sejenak Hening, bisa dilakukan dengan mengambil jarak antara stimulus dan respons," terang Adjie, penulis buku Sejenak Hening.

Ia menjelaskan, meditasi Sejenak Hening ini sederhana saja, dan hanya membutuhkan waktu satu menit. Namun Adjie menyarankan, untuk pemula sebaiknya gunakan bantuan alarm saat mempraktikkan meditasi ini.

Untuk memulai meditasi, ambil posisi duduk bersila, dengan kondisi bahu rileks. Perlahan pejamkan mata. Usahakan ketika memejamkam mata, pikiran bernapas.

“Artinya pikiran kita sadar benar kalau saat ini sedang menghirup napas dan menghembuskan napas. Inilah yang menjadi inti dari meditasi,” jelasnya.

Biasanya, saat melakukan Sejenak Hening ini, lanjut Adjie, di detik kelima hingga keenam, akan mudah melakukannya. Namun di detik ketujuh, biasanya pikiran akan mulai meloncat memikirkan yang lain-lain.

Untuk menyikapi keadaan ini, kata Adjie, hadapi dengan senyuman dan menarik kembali pikiran Anda. Ingatlah bahwa masa lalu sudah berlalu tidak bisa diubah, masa depan masih misterius.

Halaman
12
Tags
meditasi
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved