• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Sriwijaya Post

Polsek Pendopo Amankan Satu Tersangka Pembunuhan

Kamis, 5 Desember 2013 16:24 WIB

SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Kepolisian Sektor Pendopo langsung bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa pertikaian warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo yang berujung maut, Rabu (4/12/2013) sekitar pukul 21.00.

Berkat kerja keras jajaran Polsek Pendopo berhasil mengamankan salah satu tersangka, yakni Richan alias Chan.

Kapolres Empatlawang, AKBP M Ridwan Sik melalui Kapolsek Pendopo, Ipda Yusuf Solihat kepada Sripoku.com, Kamis (5/12/2013) mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengejaran tersangka pelaku yang telah menyebabkan kehilangan nyawa seseorang korban Santo bin Lai, warga Desa Gunung Meraksa Baru. Alhasil, pihaknya berhasil membekuk Richan alias Chan.

"Salah satu tersangka, Richan telah kita amankan, sementara tersangka lainya, ayah Chan, yakni M dan adiknya J masih melarikan diri. Kasus ini masih dalam pengembangan penyelidikan pihak kepolisian," ungkapnya.

Dikatakannya, selain satu korban meninggal atas kejadian peristiwa tersebut, dua korban lainnya mengalami luka parah.

Satu korban, Sar dilarikan ke RS Bengkulu dan satu korban, Angsor setelah sempat dirawat di Puskesmas Pendopo dirujuk ke RSUD Empatlawang.

"Siang ini korban sudah dibawa ke RSUD Empatlawang," katanya.

Sebelumnya, belum diketahui pasti motifnya, enam orang warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empatlawang, Sumsel terlibat pertikaian hebat, Rabu (4/12/2013) sekitar pukul 21.00. Akibat kejadian tersebut, satu korban yang terakhir diketahui Santo bin Lai tewas dengan tubuh penuh luka.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, perkelahian ini bermula korban Santo bersama keluarganya Ansor dan Sar hendak mengamankan J dan membawanya ke rumah kepala desa setempat.

Namun, belum sempat bertemu dengan kepala desa, karena tidak berada di rumah, ayah J berinisial M dan saudaranya C menyusul anaknya yang tertangkap tersebut. Tanpa banyak bicara, keduanya langsung menyerang sehingga terjadilah pertikaian.

Akibat kejadian tersebut, Santo dan keluarganya Ansor serta Sar mengalami luka cukup serius.

Tersangka pelaku yang melihat lawannya tidak berdaya langsung kabur melarikan diri.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke Puskesmas Pendopo untuk mendapat pertolongan pertama. Namun, diduga karena kekurangan darah, nyawa Santo tidak bisa diselamatkan. Sementara Sar terpaksa dirujuk ke RS Bengkulu, karena mengalami luka parah.

Penulis: Wiliem Wira Kusuma
Editor: Sudarwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
474372 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas