• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Sriwijaya Post

Etika Menjenguk Bayi Baru Lahir

Kamis, 5 Desember 2013 10:10 WIB
Etika Menjenguk Bayi Baru Lahir
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Kehadiran seorang bayi merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Dalam budaya Timur seperti Indonesia, umumnya akan banyak kerabat, tetangga, teman yang mengunjungi keluarga yang memperoleh kebahagiaan tersebut. Mereka datang ke rumah sakit atau ke rumah dan seringkali datangnya beramai-ramai.

Tentu saja mereka yang datang beramai-ramai tetap perlu diterima dengan baik. Hanya saja bagaimana caranya agar sampai tidak mengganggu ibu yang baru melahirkan dan juga bayi yang baru lahir.

Di rumah sakit:
- Biasanya pihak rumah sakit mempunya aturan, bagi tamu yang berkunjung tidak diperbolehkan masuk sekaligus beramai-ramai. Tamu dibatasi 2-3 orang dengan waktu tidak terlalu lama secara bergantian masuk ke dalam ruang perawatan.

- Jika ada aturan di rumah sakit bahwa yang boleh masuk ruang adalah perwakilan beberapa tamu saja, sebaiknya keluarga juga menyiapkan buku tamu. Mereka yang tidak bisa masuk ruang perawatan dapat mencatat namanya, sehingga keluarga bisa mengetahui siapa saja teman atau kerabat yang mengunjunginya.

- Jika rumah sakit tidak ada aturan semacam itu, ibu bisa minta bantuan pihak rumah sakit untuk memberi aturan masuk ruangan bagi para tamu, apakah membatasi jumlah atau membatasi waktunya untuk tidak berlama-lama agar ibu dan bayi bisa beristirahat.

- Seringkali di rumah sakit, bayi dipisah di ruang khusus bayi. Jadi, jika para tamu yang ingin menjenguk bisa melihat bayi dari balik kaca jendela kamarnya. Cara ini dapat menghindari bayi baru lahir kontak dengan tamu yang menjenguknya.

- Jika bayi berada satu ruangan dengan ibu, sebaiknya setelah para tamu melihatnya, bayi bisa segera dikembalikan kepada perawat untuk ditaruh di ruang bayi. Atau, ibu meminta izin untuk waktu menyusui bayinya sehingga bayi tidak lama-lama kontak dengan para tamu yang berkunjung.

Di rumah:
- Ketika di rumah, setelah ibu menerima para tamu dalam kamarnya dan melihat bayinya, ajak tamu ke ruang lain untuk menemaninya mengobrol. Biarkan bayi ditaruh di kamar. Hal ini untuk menghindari bayi berkontak atau berlama-lama dengan para tamu.

- Bisa juga meminta bantuan anggota keluarga lain yang berada di rumah untuk tidak menerima kedatangan tamu saat ibu sedang beristirahat atau menyusui bayinya.

- Ucapan selamat juga bisa disampaikan melalui telepon atau kartu ucapan yang dikirimkan sehingga ibu dan bayi bisa beristirahat.

Sumber : Tabloid Nakita

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas