Bandar Narkoba akan Dijerat Pasal Pencucian Uang

Bandar narkoba yang berhasil ditangkap polisi harus diperiksa lebih lanjut, jangan hanya diperiksa terkait kepemilikan narkoba dan bisnis narkoba.

Bandar Narkoba akan Dijerat Pasal Pencucian Uang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ilustrasi: Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution menunjukan barang bukti ekstasi hasil penggerebekan terhadap seorang bandar besar di Palembang beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim Pidum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel saat ini menemukan aturan baru untuk membuat bandar narkoba jera mengulangi kembali perbuatannya. Mereka menilai, pelaku narkoba seharusnya tidak hanya dijerat pasal penyalahgunaan narkotika, melainkan juga harus dijerat pasal pencucian uang.

Dikatakan As Pidum Kejati Sumsel, Eryl Agus Putra, para bandar narkoba yang berhasil ditangkap polisi harus diperiksa lebih lanjut, jangan hanya diperiksa terkait kepemilikan narkoba dan bisni haramnya menjual narkoba. Boleh jadi, uang hasil penjualan narkoba dibelikan berbagai benda berharrga dan itu layak disita negara.

"Itu yang disebut praktek pencucian uang. Selain kasus narkoba, ada kasus lain yang bisa diarahkan ke tindak pidana pencucian uang," kata Eryl, belum lama ini.

Dengan dijeratnya seorang bandar narkoba dengan undang-undang pencucian uang, lanjut Eryl, seorang bandar tidak hanya akan menjalani kurungan penjara atau membayar denda. Jika terbukti harta dan benda yang dimiliki berasal dari uang hasil penjualan negara, harta dan benda milik sang bandar harus disita negara dan statusnya bukan milik para bandar lagi. Setelah disita, harta dan benda itu bisa dilelang.

Percobaan dijeratnya bandar narkoba dengan kasus pencucian uang sedang dilakukan kepada pasutri yang menjadi bandar narkoba, yakni Zulkarnan dan Nurhayati. Pasutri yang ditangkap karena memiliki satu kilogram sabu beberapa waktu lalu itu diduga juga melakukan tindak pidana pencucian uang.

"Barang-barang mewah serta rumah yang dimiliki pasutri itu diduga dibeli dari uang hasil penjualan narkoba. Mulai dari hunian mereka di Perumahan OPI Jakabaring Palembang hingga kendaraan roda empat merk Dodge diduga dibeli dari uang hasil penjualan narkoba," kata Eryl.

Untuk itu, lanjut Eryl, barang bukti yang semula sudah diserahkan Polda Sumsel selaku tim penyidik kembalikan lagi ke tim penyidik. Ini dilakukan supaya pihak Polda Sumsel selaku penyidik bisa melanjutkan pemeriksaan kalau-kalau ada tindak pencucian uang.

"Untuk kedua tersangka, diduga mereka memiliki banyak aset. Jika terbukti aset-aset itu dibeli dari uang narkoba, aset akan disita dan diserahkan ke negara," kata Eryl.

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved