Karir

Berhenti Bekerja pun Ada Etikanya

Meski Anda merasa akhirnya bisa bebas dari cengkeraman atasan yang kejam atau Anda diberhentikan, tetaplah jaga emosi Anda.

Berhenti Bekerja pun Ada Etikanya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Entah Anda berhenti bekerja karena keinginan sendiri atau diminta oleh perusahaan, bagaimana Anda bersikap saat mengundurkan diri sangat berpengaruh pada reputasi Anda di masa depan.

Berikut adalah beberapa "rambu" yang perlu Anda ketahui saat Anda berhenti kerja.

1. Jangan emosional
Meski Anda merasa akhirnya bisa bebas dari cengkeraman atasan yang kejam atau Anda diberhentikan, tetaplah jaga emosi Anda. Tak perlu gembira berlebihan jika Anda akhirnya akan pindah ke kantor baru. Atau, tahan agar Anda tak menangis, berteriak, atau memohon-mohon supaya bisa tetap bekerja di kantor ini.

"Seberat apa pun, tinggalkan dengan senyuman di wajah. Jika Anda merasa ingin menangis, carilah toilet dan jangan keluar sampai Anda merasa tenang. Kita tak pernah tahu apakah di masa depan akan bekerja lagi dengan orang-orang ini. Jangan sampai reputasi Anda rusak karena bersikap terlalu emosional," saran Cynthia Shapiro, konsultan karier.

2. Bersikap jujur
Di hari terakhir kerja, sudah menjadi standar Anda akan diwawancara oleh bagian HRD untuk menanyakan alasan keluar dan pengalaman Anda selama bekerja. Pembicaraan Anda ini bersifat rahasia sehingga Anda boleh menyampaikan kritik yang membangun.

Meski bersikap jujur itu penting, tetapi Anda harus bijaksana saat menyampaikan kritik. Fokuslah pada hal-hal positif yang dirasakan. "Jika Anda bekerja di bidang industri kecil, apa yang Anda sampaikan mungkin akan diketahui orang lain. Ini bisa menyusahkan Anda jika Anda memberi komentar buruk mengenai rekan kerja atau atasan," katanya.

3. Jangan menjelek-jelekkan
Saat Anda sudah meninggalkan kantor lama, jangan menjelek-jelekkan kantor lama. Saat wawancara di kantor baru dan ditanyakan mengapa keluar dari kantor lama, katakan saja Anda ingin mencari tantangan baru.

Tidak etis jika Anda mengumbar keburukan perusahaan lama atau sikap menyebalkan atasan. Sikap negatif tersebut justru menunjukkan Anda bukanlah orang yang matang.

4. Bagi ilmu
Beberapa waktu sebelum Anda keluar, persiapkan berbagai informasi penting yang mungkin diperlukan oleh rekan kerja atau pengganti Anda. Tuliskan di kertas apa saja yang perlu diketahui, di mana menyimpan dokumen, status projek yang sedang ditangani, sampai daftar kontak klien.

5. Hindari membanggakan pekerjaan baru
Saat Anda masih menunggu hari terakhir kerja dan rekan kerja sudah mengatahui Anda akan keluar, biasanya mereka akan bertanya-tanya tentang kantor baru yang akan Anda masuki. Bersikaplah netral. Jangan membuat rekan kerja Anda merasa ditinggalkan atau merasa buruk karena masih tetap bekerja di kantor ini.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved