• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Sriwijaya Post

Sekelompok Pria Ini Menyesal Disunat dan Minta Dikembalikan

Selasa, 8 Oktober 2013 13:28 WIB
Sekelompok Pria Ini Menyesal Disunat dan Minta Dikembalikan
DAILY MAIL
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM – Sunat atau khitan sudah dikenal sejak 4.000 tahun silam di berbagai belahan bumi. Tradisi sunat dilakukan dengan berbagai alasan. Di dalam agama Islam misalnya, sunat bagi anak laki-laki adalah kewajiban.

Namun ada juga yang melakukan sunat dengan alasan lain, misalnya kesehatan. Menurut penelitian, sunat baik untuk kesehatan. Sunat disebut mampu mengurangi risiko tertular HIV hingga 50-60 persen.

Namun rupanya tak semua pria yang disunat bisa menerima kondisi daging ujung kemaluannya itu dipotong. Ada juga yang menyesal. Di Inggris misalnya, sekelompok pemuda dilaporkan telah menyesal kemaluan mereka disunat. Para pria itu malu dan marah kulupnya dipotong. Saking malunya, mereka meminta kulupnya dikembalikan dan “dipasang” kembali.

Para pemuda yang menyesal disunat itu berkumpul di sebuah forum dunia maya. Di sana mereka beramai-ramai melampiaskan kemarahannya. Seperti dilaporkan oleh Kernel dan dikutip Daily Mail, para pemuda yang frustasi itu menggunakan website foreskin-restoration.net and circumstitions.com.

Salah seorang anggota forum itu dalam postingannya menulis: “"Saya telah melihat ke dalam apa yang telah dicuri dari saya selama beberapa bulan. Hal ini terus-menerus menjadi pikiran. Perasaan saya sangat hancur, dan saya sangat menyesal.”

Sementara anggota lain di forum itu menulis: "Saya hanya ingin meringkuk menjadi bola dan menghilang. Ini adalah perasaan paling memalukan. Saya sangat marah, sedih, benci, yang pernah saya alami."

Postingan-postingan yang ditulis di forum itu kemudian mendapat berbagai tanggapan. Para anggota forum itu kemudian membahas bagaimana cara mengembalikan kembali kulup yang telah dipotong.

Kernel melaporkan, kebanyakan pria yang mengunjungi situs tersebut adalah orang-orang yang marah atau malu karena telah disunat. Kemarahan itu disebutkan karena mereka merasa tidak lagi lengkap secara seksual, dan tidak dapat mencapai tingkat kepuasaan saat berhubungan intim, seperti yang dapat dirasakan oleh pria yang tidak disunat.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
424512 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas