Senin, 22 Desember 2014
Sriwijaya Post

Jadikan Manasik Cerminan Miniatur Kehidupan

Rabu, 2 Oktober 2013 09:55 WIB

Jadikan Manasik Cerminan Miniatur Kehidupan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para calon jemaah haji cilik melakukan thawaf berkeliling miniatur ka bah pada acara manasik haji yang diselenggarakan SIT Auladi Palembang di Komplek RSI Siti Khodijah, Rabu (2/10/2013). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 242 anak siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Auladi Palembang mengikuti manasik haji di Komplek RSI Siti Khodijah, Rabu (2/10/2013).

Mereka ini para siswa Play Group, TK, dan SD dari Cabang Pakjo, Cabang SU II, dan Cabang Kenten. Terdiri dari PG/TK 169 anak, SD 73 orang.

Mereka ini dibagi dalam 9 kloter. Layaknya manasik orang dewasa para siswa ini mengikuti rukun haji yang sesungguhnya. Khusus kloter 1 gabungan dari cabang Pakjo, Kenten, dan SU II.

Lucu-lucu tingkah para siswa antara lain dari Pakjo Kesya, Hakim, Fais, Dari cabang Kenten ada Faris, Zahwan. Dari SU II ada Wulan.

Dengan dituntun tali rapiah, calon jemaah haji cilik yang mengenakan pakaian ikhrom ini dipandu ustad Salewangan LC yang juga salah seorang wali murid.

Sementara para orangtua/wali murid bersantai duduk lesehan di bawah tenda yang disediakan.

Ketua Yayasan SIT Auladi Palembang Drs Riduan Yaqub didampingi SDM Yayasan Pepen Ali SH mengatakan kegiatan manasik haji sudah yang ke-8 kali.

"Ingin melatih anak-anak sejak dini menyadari dan langsung merasakan nilai-nilai pendidikan dalam ajaran Islam. Khususnya ibadah haji, karena dalam kegiatan ini siswa itu tidak berdiam saja. Tetapi bergerak melakukan aktivitas, enerjik. Betul-betul miniatur kehidupan sesungguhnya. Contoh ketika mereka diajarkan syai, nilai-nilai yang dibangun anak-anak umbuh semangat dan selalu berikhtiar karena filosofi syai itu adalah usaha Bunda Siti Hajjar mencari air dari shofa ke Marwah. Tetapi ketemunya di kaki Ismail. Maknanya kita terus berusaha. Nilai-nilai kebersamaan, nilai-nilai disiplin. Yang sangat mendasar sekali filosofis manusia adalah sama dalam simbol pakaian putih dengan miniatur Padang Arafah. Tidak membedakan suku, jabatan, status sosial dan lain-lain," jelasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas